Polda Sumsel Temukan Amplop Diduga Berisi Uang Pungli

Alwi Alim    •    Selasa, 25 Jul 2017 17:06 WIB
pungutan liar
Polda Sumsel Temukan Amplop Diduga Berisi Uang Pungli
Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto saat memberikan keterangan pers di Mapolda Sumsel, MTVN - Alwi Alim

Metrotvnews.com, Palembang: Penyidik menemukan amplop berisi uang saat menyelidiki kasus pungutan liar di Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan. Diduga, amplop tersebut berasal dari kepala sekolah yang mengurusi sertifikasi guru.

Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Prasetijo Utomo mengatakan, penyelidikan menemukan barang bukti berupa enam amplop berisi uang. Uang dalam amplop bervariasi mulai dari Rp2 juta hingga Rp10 juta.

Penyidik, kata Prasetijo, akan memanggil kepala sekolah yang namanya tercantum dalam amplop. Pemeriksaan sementara menyebutkan kepala sekolah tersebut berasal dari SMA di beberapa kota/kabupaten diantaranya Palembang dan Pagaralam.

"Kami akan periksa kepsek yang memberikan amplop ini," tegasnya.

Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut. Satu diantaranya A sebagai staf bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdik Sumsel.

Tersangka A mengaku menerima uang yang bervariasi mulai dari Rp200 ribu sampai dengan Rp700 ribu. Uang itu disimpan dalam amplop yang diserahkan guru untuk mengurusi berkas profesi jenjang SMA dan SMK.

Tersangka kedua yaitu K, staf PTK SMA Disdik Sumsel. A mengaku mengumpulkan uang-uang tersebut atas perintah K.

Satu tersangka lagi yaitu SE yang menjabat sebagai Kabid PTK Disdik Sumut. SE mengaku uang Rp36,5 juta yang ditemukan di dalam tasnya adalah pemberian dari beberapa kepala sekolah dan guru. Uang itu sebagai tanda terima kasih untuk pengurusan proses sertifikasi guru dari beberapa daerah.

"Sedangkan saksi satu lagi yakni FN sebagai Kasi PTK SMK," katanya.

Saat ini, ketiga tersangka ditahan di Mapolda Sumsel. Barang bukti akan dibawa ke pengadilan. 

Budi mengatakan akan memanggil Kepala Disdik Sumsel terkait kasus tersebut. 

Di lain tempat, Kepala SMA Negeri 1 Nasrun Bani mengaku memberikan uang senilai Rp5 juta kepada Bidang PTK Disdik Sumsel. Namun uang tersebut merupakan uang transportasi untuk pembinaan pendidik yang sudah dilakukan di sekolahnya selama satu semester belakangan ini.

"Kami berikan uang ini per Mei atau Juni lalu.  Dan ini bukan upaya percepatan kepengurusan sertifikasi guru di sekolahnya," katanya.



(RRN)