Lahan Gambut di Aceh Barat Terbakar

Antara    •    Jumat, 20 Oct 2017 23:21 WIB
lingkungan
Lahan Gambut di Aceh Barat Terbakar
Ilustrasi: MTVN/Rakhmat Riyandi

Metrotvnews.com, Meulaboh: Berhektare-hektare lahan gambut di wilayah Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, terbakar. Kumparan asap bahkan dapat terlihat membumbung tinggi ke udara pada Jumat petang, 20 Oktober 2017.

Lokasi kejadian masuk wilayah hutan Desa Simpang dan Desa Peunia, Kecamatan Kaway XVI. Lokasi kebakaran lahan hutan gambut itu berjarak sekitar 25 kilometer di utara Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat.

Beberapa orang yang dijumpai di Desa Simpang mengaku tidak tahu penyebab terbakarnya kawasan hutan bergambut itu. Apalagi di lokasi tersebut juga tidak ditemukan adanya aktivitas masyarakat pada Jumat petang.

"Kalau mau masuk kesana bisa, ada jalan kecil bisa dilewati roda dua, cuma jalan tidak bisa tembus ke wilayah desa lain. Yang terbakar itu kawasan hutan," kata seorang warga yang dijumpai di tengah perjalanan seperti yang dilansir Antara.

Di lokasi terjadi kebakaran lahan bergambut tersebut terdapat banyak pohon yang sudah ditebang dan ranting-ranting pohon yang sudah mengering. Kemudian sepanjang jalan juga terdapat kanal atau parit air untuk kegiatan pembukaan lahan perkebunan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sembilan titik panas (hotspot) tersebar di sejumlah wilayah Provinsi Aceh, dua titik panas diantaranya ditemukan berada di wilayah Kabupaten Aceh Barat.

"Aceh Barat terdeteksi dua titik panas yakni Kecamatan Johan Pahlawan dan Kaway XVI serta Kecamatan Darul Makmur di Kabupaten Nagan Raya," Kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Blang Bintang, Zakaria, di Aceh Besar, Jumat.

Enam titik panas lainnya, terkosentrasi di wilayah Kabupaten Aceh Tengah. Satelit mendeteksi titik api berada di Kecamatan Pengasingan tiga titik, Linge dua titik dan Bebesan satu titik.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus S Swarinoto telah mengingatkan, wilayah di Aceh perlu mewaspadai kemunculan titik panas akibat meningkat intensitas cuaca kering.

BMKG Aceh sebelumnya telah mengungkapkan, titik panas memungkinkan terjadi karena pada beberapa kabupaten terutama bagian barat-selatan Aceh adalah daerah non-zoom atau tak kenal musim.


(SUR)