Target 15 Juta Wisman 2017 Gagal Tercapai

Ferdian Ananda    •    Sabtu, 02 Dec 2017 13:21 WIB
wisatawan
Target 15 Juta Wisman 2017 Gagal Tercapai
kondisi Gunung Agung, Sabtu 2 Desember 2017. -Medcom.id/Raiza-

Sabang: Bencana alam seperti meletusnya Gunung Agung menghambat target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia. Pasalnya tiga tujuan utama wisman ialah, Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau.

"Bali masih yang utama, jadi bencana letusan Gunung Agung itu besar dampaknya terhadap capaian target kunjungan wisatawan asing," kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya di Teluk Sabang, Sabang, Aceh, Sabtu 2 Desember 2017. 

Ia menjelaskan, banyaknya bencana alam di Indonesia mengakibatkan hingga akhir tahun ini jumlah wisman diperkirakan hanya akan mencapai 14 juta pengunjung. Atau sebesar 93 persen dari target.

"Jadi ini (bencana alam) sudah terjadi. Kalau belum sih saya masih bisa mengatakan ada harapan (bisa tercapai)," jelasnya.

Padahal sebelumnya, pihaknya sangat optimistis target itu akan tercapai. Bahkan hingga akhir September rasio kunjungan meningkat. 

Menpar menjelaskan dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, sebanyak 40 persen di antaranya berkunjung ke Bali. Sedangkan Jakarta dan Kepulauan Riau, masing-masing menyumbang 40 persen dan 30 persen kunjungan wisman. Selebihnya tersebar ke berbagai destinasi wisata lain di Indonesia.

Meski demikian, perhelatan Sail Sabang 2017 itu pun tidak akan mendorong target wisman di 2017. Pasalnya, kegiatan di Pulau Weh, Aceh itu diproyeksikan hanya akan membidik 3 ribu wisman saja.

"Tidak bisa, jadi Sail Sabang terus terang hanya dapat 3 ribu saja. Bali itu sehari aja 15-20 ribu (wisman). Sehari 15 ribu wisman atau kalau dirupiahkan devisanya Rp250 miliar, kalau ngitung sisa hari mulai 25 atau 26 November itu 36 hari, kalau dikalikan Rp250 miliar berarti kerugian kita berpotensi Rp9 triliun devisakan jika bandara ditutup, tutupnya 100 persen," lanjutnya.

Pasalnya, saat ini Indonesia masih bergantung kepada kunjungan wisatawan mancanegara di tiga lokasi yakni Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau. Akibatnya, apabila salah satu daerah terganggu, akan berdampak terhadap turunnya kunjungan turis asing ke dalam negeri.

"Jadi tiga ini disentuh sedikit, jadi kendala sedikit di Kepri itu puluhan sampai ratusan ribu turunnya, ada isu terorisme di wilayah tertentu itu drastis, poinnya itu. Jadi kalau bisnis itu, ibarat tidak boleh kita letakkan telur di keranjang yang sama," pungkasnya.


(ALB)