Penetapan Tersangka Beras Oplosan Tunggu Uji Laboratorium

Alwi Alim    •    Selasa, 25 Jul 2017 14:16 WIB
beras
Penetapan Tersangka Beras Oplosan Tunggu Uji Laboratorium
Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto --MTVN/Alwi--

Metrotvnews.com, Palembang: Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel belum menetapkan tersangka dugaan beras oplosan di Gudang Bulog Lahat, Sumatera Selatan. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

"Jika hasilnya sudah keluar, kami dapat ambil tindakan," kata Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Sumatera Selatan, 25 Juli 2017. 

Agung bilang, pemeriksaan laboratorium memakan waktu sepekan. Di laboratorium seluruh kandungan beras akan diuji. 

Kepolisian juga tak mau buru-buru memercayai klarifikasi Kepala Bulog Divre Sumsel dan Babel, Bachtiar A. S. yang mengatakan, beras bukan oplosan, melainkan reprocessing dan telah memiliki izin. "Bertahap dulu, nanti akan kami samakan hasil lab dan aturan yang ada," ujarnya. 

Baca: 39,3 Ton Beras di Gudang Bulog Oplosan

Ditreskrimsus Polda Sumsel membongkar praktek oplosan beras miskin (Raskin) di Gudang Bulog Sub Divre Lahat. Dalam sidak tersebut didapatkan 39,3 ton beras oplosan raskin pengadaan 2016 berkualitas buruk diaduk dengan raskin pengadaan 2017 berkualitas baik. 

Baca: Bulog Klaim Pengoplosan Beras Direstui Kementerian

Tiga orang, yakni Kepala Bulog Sub Divre Lahat inisial AM, Penanggung Jawab Pengoplosan berinsial HD, dan kepala gudang inisial FB sudah diperiksa polisi. Jika memang nantinya terbukti bersalah, ketiganya bisa diancam hukuman 5 tahun penjara, dengan pasal perlindungan konsumen.

Mendengar tersebut,  Kepala Bulog Divre Sumsel Babel, Bachtiar AS mengaku bahwa tindakan yang dilakukan anak buahnya di Sub Divre Lahat sudah memikiki izin dan sesuai SOP yang berlaku.


(ALB)