Polisi Tangkap Pengedar Upal di Limapuluh Kota

   •    Rabu, 05 Jul 2017 19:35 WIB
pengedar uang palsu
Polisi Tangkap Pengedar Upal di Limapuluh Kota
Sosialisasi keaslian rupiah (ANTARA FOTO-Nyoman Budhiana)

Metrotvnews.com, Sarilamak: Polres Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) menangkap seorang wanita paruh baya bernama Zubaidah, 47 Selasa 4 Juli 2017. Dia diuga mengedarkan uang palsu di wilayah hukum polres tersebut.

"Hingga kini, tim masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap kasus tersebut. Dari pengakuan sementara pelaku, ia mendapatkan uang palsu dari Lampung," kata Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Haris Hadis seperti dikutip Antara, Rabu 5 juli 2017. 

Menurut Haris, dari tangan pelaku polisi menyita sejumlah barang bukti uang asli dan palsu. Uang palsu itu diantaranya pecahan Rp100.000 sebanyak Rp6,8 juta atau 68 lembar, Rp50.000 10 lembar.

Polisi juga menyita uang asli hasil penukaran belanja pelaku, yakni pecahan Rp50.000 sebanyak 14 lembar, pecahan Rp20.000 28 lembar, pecahan Rp10.000 51 lembar, serta uang Rp5.000 sebanyak 59 lembar.

Selanjutnya uang pecahan Rp2.000 sebanyak 20 lembar, Rp1.000 tiga lembar, serta satu unit sepeda motor Honda Revo warna hitam. Kapolres menambahkan, hingga saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh petugas di Mapolres Limapuluh Kota.

Haris juga mengungkapkan pelaku mengedarkan uang palsu dengan membelanjakan uang palsu pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 ke sejumlah warung atau kedai milik warga di Kecamatan Mungka.

Secara terpisah Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota Sastri Andiko mengapresiasi usaha aparat penegak hukum, sebab tindakan cepat pihak kepolisian dapat membantu masyarakat karena tidak semuanya memerhatikan keaslian uang yang mereka terima.

Menurutnya jika uang palsu yang dibawa pelaku berhasil diedarkan keseluruhannya akan merugikan masyarakat, khususnya para pedagang kecil karena ia mengedarkan sampai pelosok daerah seperti nagari (desa adat) dan jorong.

"Dikhawatirkan karena aktivitas jual beli masyarakat yang ramai, sehingga pedagang tidak terlalu memperhatikan atau mengamati uang yang diserahkan oleh pembeli," kata dia.

Politisi Partai Demokrat itu mengimbau semua masyarakat, khususnya pedagang agar lebih hati-hati dalam menerima uang saat melakukan transaksi jual beli, sehingga peredaran uang palsu dapat dikurangi. (Antara)



(ALB)