Kasus Bom Bunuh Diri di Medan bakal Disidangkan di Jakarta

Farida Noris    •    Kamis, 15 Sep 2016 10:55 WIB
bom bunuh diri
Kasus Bom Bunuh Diri di Medan bakal Disidangkan di Jakarta
Pelaku percobaan bunuh diri, IAH, diinterogasi, foto Istimewa

Metrotvnews.com, Medan: Detasemen Khusus 88 Antiteror melimpahkan berkas perkara tersangka percobaan bom bunuh diri di Medan, Sumatera Utara, ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Sehingga tersangka IAH bakal menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jaktim.

Ketua Pusat Bantuan Hukum DPC Peradi Medan, Rizal Sihombing, mengatakan Kejari Jaktim sudah memegang berkas. Bila prosesnya cepat, kejaksaan akan melimpahkan berkas tersebut ke PN Jaktim pada 20 September.

Rizal mengatakan IAH masih menjalani penahanan di Lembaga Penitipan Anak Sementara (LPAS) Salemba. Kedua orangtuanya juga mendampingi IAH selama di Jakarta.

"Sudah ada perpanjangan penahanan pada 13 September 2016. Cuma ini masih kita pertanyakan lagi kapan perpanjangan berikutnya dan tahap 2-nya kita belum dapat informasi," kata Rizal, Rabu (15/9/2016).

Namun Rizal mengatakan pengacara keberatan bila kliennya menjalani sidang di Jakarta. Sebab lokasi dan kejadian kasus di Medan.

"Itu kan saksinya juga banyak di Medan. Bagaimana pihak penuntut umum akan menghadirkan saksi-saksi yang semuanya orang Medan? Apa pertimbangannya kita belum tahu," urainya.

Rizal mengatakan ia mendampingi IAH bertemu Keuskupan Agung. IAH beserta keluarganya menyampaikan permintaan publik secara terbuka.

Dengan kata lain, aksi IAH itu, kata Rizal, tak berhubungan dengan masalah keagamaan. Selain itu, kondisi Medan kondusif setelah IAH melakukan aksi percobaan untuk meledakkan bom bunuh diri.

Saat ini, ujar Rizal, tim pengacara berkoordinasi dengan Peradi di Jakarta. Sehingga Peradi akan membantu menangani pembelaan untuk IAH.

"Nanti ada beberapa teman di DPN yang juga mendampingi IAH jika nantinya persidangan digelar di Jakarta," terangnya.


(Barang bukti terkait percobaan bom bunuh diri di Medan, istimewa)

Rizal mengaku mendapat informasi aparat menetapkan satu tersangka lain. Namun Rizal tak tahu persis identitas tersangka tersebut.

Pada Minggu pagi 28 Agustus, IAH mencoba untuk meledakkan bom bunuh diri di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Jalan Dr Mansur Medan. 

Sebelumnya, percobaan bom bunuh diri terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Jalan Dr Mansur Medan. IAH membawa bom berkekuatan rendah dan mendekati Pastor Albert Pandiangan usai membaca kitab suci. IAH juga menusuk Pastor di altar. 

Baca: Bom Bunuh Diri Coba Diledakkan di Rumah Ibadah Medan

Densus 88 mengambil alih penyelidikan kasus tersebut. Aparat juga memeriksa keterangan dari ayah dan ibu kandungnya.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengatakan IAH mengaku seseorang menyuruhnya meledakkan bom di rumah ibadah tersebut. IAH lalu membawa bom rakitan ke gereja.

Baca: Pelaku Percobaan Bom Bunuh Diri Mengaku Disuruh Seseorang

Salah satu bom meledak. Namun tak ada korban dari ledakan tersebut. Malah ledakan mengenai pelaku. 


(RRN)