Kerugian Longsor Limapuluh Kota Capai Rp252,9 Miliar

Eko Nordiansyah    •    Senin, 13 Mar 2017 00:06 WIB
bencana longsor
Kerugian Longsor Limapuluh Kota Capai Rp252,9 Miliar
Petugas Basarnas Kota Pekanbaru dibantu relawan mengangkat bantuan logistik yang akan diserahkan kepada korban banjir dan longsor yang terjebak di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Foto: Antara/Rony Muharrman

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kerugian akibat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh, Sumatera Barat mencapai Rp252,9 miliar. Kerugian ini meliputi bidang pendidikan, pertanian, pekerjaan umum, perikanan, kesehatan, dan perdagangan.
 
"Kerugian ekonomi ini di luar dari korban jiwa. Nilai delapan orang meninggal dunia dan tiga orang luka berat tidak dapat dikuantifikasi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Minggu 12 Maret 2017.
 
Saat ini seluruh korban meninggal telah dikembalikan kepada keluarganya. Untuk korban luka berat yang dirawat di RSUD Adnaan WD Payakumbuh telah kembali ke rumahnya masing-masing.
 
Dampak kerusakan akibat banjir dan longsor cukup luas. Setidaknya 3.482 di 40 Nagari dari 11 kecamatan terendam banjir. BNPB menyebut penanganan darurat berjalan dengan cukup baik selama masa tanggap darurat hingga 16 Maret.
 
BNPB terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat. Pemerintah juga memberikan bantuan cash for work untuk warga yang tidak memiliki penghasilan karena tak dapat bekerja.
 
"BNPB memberikan bantuan Rp50 ribu per hari selama 10 hari kepada. Total bantuan cash for work sebesar Rp1,74 miliar," jelas dia.

?
Alat berat meratakan tanah timbunan jalan penghubung Provinsi Sumatera Barat- Riau yang rusak Sepanjang 20 meter dengan kedalaman empat meter, akibat banjir, di daerah Sibunbun, Nagari Tanjung Balik, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten 50 Kota, Provinsi Sumatera Barat. Foto: Antara
 
Jalan nasional yang putus di kilometer 187 sudah bisa dilalui kendaraan besar sehingga jalur distribusi untuk ekonomi sudah bisa berjalan. Komunikasi melalui sinyal seluler di Kecamatan Pangkalan  sudah aktif kembali, tinggal di Nagari Koto Lamo, Kecamatan Kapur IX tinggal yang masih terganggu.

Perbaikan pipa PDAM masih terus dilakukan. Instalasi air bersih di Kecamatan Pangkalan 90 persen sudah terpenuhi. Saat ini, secara umum kondisi masyarakat telah pulih kembali. Aktivitas masyarakat disebut Sutopo telah normal.
 
Hampir seluruh wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kab Limapuluh kota telah kembali dapat teraliri listrik. Kegiatan belajar mengajar di sekolah yang terkena banjir sudah aktif kembali, tetapi beberapa anak yang rumahnya terdampak belum kembali bersekolah.
 
"Bantuan dan partisipasi publik hingga saat ini cukup besar dan terus berdatangan,” kata Sutopo.


Sejumlah anggota mahasiswa pencinta alam Universitas Andalas membersihkan sisa-sisa lumpur banjir di sekolah dasar Pangkalan, Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten 50 Kota, Provinsi Sumatera Barat. Foto: Antara
 


(SUR)