Barang Elektronik Ilegal Singapura Nyaris Masuk Batam

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 10 Nov 2016 19:27 WIB
penyelundupan
Barang Elektronik Ilegal Singapura Nyaris Masuk Batam
Lantamal IV memeriksa barang selundupan. Foto-foto: Metrotvnews.com/Anwar Sadat

Metrotvnews.com, Batam: Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV menggagalkan aksi penyelundupan ratusan kardus berisi barang elektronik dan barang campuran lainnya dari Singapura ke Batam, Rabu 9 November 2016 sekira pukul 20.00 WIB.

Barang yang diangkut menggunakan kapal kargo dari Singapura itu rencananya akan dibawa ke Tanjungbalai Karimun, Kepri, Kamis 10 November. Informasi yang dihimpun, pengungkapan kasus itu berawal saat Tim WFQR melakukan operasi rutin di perairan Batam. 

Ketika mengitari perairan Barelang Batam, WFQR mencurigai gerak-gerik kapal kargo penuh muatan masuk ke perairan Barelang. Saat didekati, ciri-ciri kapal itu mirip kapal yang masuk dalam daftar buruan Lantamal IV Tanjungpinang. 

"Kecurigaan petugas di lapangan bertambah karena kapal itu memuat barang menuju pelabuhan ilegal, di Jembatan IV Barelang. Saat diperiksa, kapal memuat ratusan kardus barang elektronik dan campuran yang tak dilengkapi manifes," kata Komandan Danlantamal IV Laksma TNI S. Irawan.

Irawan menjelaskan, KLM Putri Setia ditangkap pada posisi 0.57.803N-104.02.188E di perairan Barelang Batam. Saat digeledah, petugas menemukan aneka barang elektronik baru, seperti handy talky, TV LED, mesin cuci, dispenser, lampu, termasuk barang-barang campuran seperti sepatu dan puluhan kardus minuman kaleng beralkohol.

"KLM Putri Setia merupakan jenis kapal kargo berbendera Indonesia. Kapal yang dinakhodai pria bernama Acan dan 6 ABK ini merupakan target operasi (TO) Tim WFQR 4," kata dia.



Hasil pemeriksaan awal terhadap nakhoda, barang yang diangkut menggunakan 19 truk Fuso di Singapura itu rencananya akan dibawa ke Tanjungbalai Karimun melalui pelabuhan ilegal di Batam.

Di Tanjungbalai Karimun akan ada orang yang menjemput barang selundupan itu. Namun, belum sempat diberangkatkan, kata Irawan, barang-barang beserta kapal berhasil ditangkap Tim WFQR. 

"Selain itu, nakhoda juga mengaku sudah 20 kali melakukan kegiatan yang sama. Modusnya, pengiriman barang ke Tanjungbalai Karimun selalu dilakukan saat situasi di laut aman," kata Irawan. 

Modus lainnya, kata dia, kapal menggunakan dua nama, yakni KLM Harapan Jaya dan KLM Putri Setia. Itu dilakukan nakhoda dan ABK agar bisa mengelabui petugas. 

Ia menambahkan, hasil pemeriksaan terhadap dokumen, kapal kargo itu tidak mengantongi Surat Perintah Berlayar (SPB) dari Batam ke Tanjungbalai Karimun, manifes muatan, dan buku kesehatan. Sampai sore tadi, Tim WFQR memeriksa seluruh muatan barang.
 
Aktivitas bongkar muat juga mendapat pengawasan langsung dari tim gabungan Bea Cukai Tanjungpinang dan Lantamal IV Tanjungpinang. Jumlah dan jenis barang, kata Irawan, belum dapat dihitung mengingat barang sangat banyak. "Butuh waktu," ujarnya.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, keenam ABK dan nakhoda diamankan di Mako Lantamal IV Tanjungpinang. "Kami ingatkan kepada pengusaha dan pemilik kapal untuk berhenti melakukan kejahatan di laut karena sampai kapan pun kami akan terus beroperasi dan memberantas kejahatan di laut," kata Irawan.



(UWA)