Hujan akan Guyur Batam Hingga Februari 2017

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 22 Nov 2016 20:03 WIB
cuaca buruk
Hujan akan Guyur Batam Hingga Februari 2017
Ilustrasi. Foto: Antara/Dedhez Anggara

Metrotvnews.com, Batam: Intensitas dan curah hujan di Batam dan sekitarnya diprediksi masih tinggi beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau waspada terhadap petir dan angin puting beliung dengan makin aktifnya awan cumulonimbus di wilayah Kepulauan Riau (Kepri). 

"Saat ini Batam memiliki dua puncak hujan, yakni Mei dan Desember. Pada periode Oktober hingga November, curah hujan masih tergolong tinggi," kata Kepala Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam, Philip Mustamu, kepada Metrotvnews.com, Selasa (22/11/2016).

Philip mengatakan, dalam beberapa hari terakhir ini, intensitas hujan makin sering terjadi. Curah hujan juga menyebar di beberapa wilayah di Kepri. Ia memperkirakan curah hujan baru akan menurun pada Februari tahun depan.

"Saat ini intensitas hujan masih sedang. Puncaknya pada Desember hingga Januari 2017. Kecepatan angin maksimum 12 hingga 15 kilometer per jam," kata Philip.

Adapun tinggi gelombang, kata dia, paling tinggi di laut Natuna-Anambas yang mencapai 1,5 meter. Sedangkan di Batam, Tanjungpinang, Karimun, dan sekitarnya antara 0,5 hingga 0,8 meter. 

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kepri, Hardin, mengatakan akan terus memantau perkembangan situasi cuaca yang dirilis BMKG Hang Nadim. 

Terkait kondisi cuaca akhir-akhir ini, pihaknya turun langsung ke lapangan mengimbau masyarakat agar mewaspadai cuaca ekstrim yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

"Cuaca ekstrim tersebut bisa seperti puting beliung dan hujan lebat disertai angin kencang. Kami imbau masyarakat tetap waspada," kata Hardin.



Selain di darat, pihaknya juga mengimbau para operator angkutan transportasi laut agar selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG. Transportasi laut, sambung Hardin, menjadi penting karena hampir semua wilayah Kepri adalah kepulauan. 

"Banyak masyarakat kita mengandalkan kapal laut dan feri sebagai moda transportasi utama, sehingga keamanan selama pelayaran perlu diperhatikan. Alat keselamatan juga harus selalu disiapkan," ujarnya. 

Untuk titik-titik atau lokasi potensi banjir dan angin kencang, kata dia, hampir merata dan menyebar di sejumlah wilayah di Kepri. 

Diberitakan sebelumnya, hujan lebat yang mengguyur Batam dalam dua hari terakhir menyebabkan sejumlah ruas jalan utama dilanda banjir. Ketinggian air bisa mencapai setengah meter. 

Lokasi-lokasi banjir tersebut di antaranya, di kawasan Batam Centre, simpang Kabil, Batuaji, dan Marina Tanjunguncang.


(UWA)