Presiden Jokowi Diusulkan Dapat Marga Siregar

Farida Noris    •    Selasa, 21 Nov 2017 18:03 WIB
jokowi mantu
Presiden Jokowi Diusulkan Dapat Marga Siregar
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution yang mewakili keluarga Muhammad Bobby Afif Nasution usai acara pemberian marga -- istimewa

Medan: Setelah Kahiyang Ayu menyandang boru Siregar, muncul gagasan agar Presiden Joko Widodo juga diberikan marga yang sama. Namun, belum dipastikan kapan pemberian marga Siregar kepada Jokowi dilaksanakan.

"Tadi kan acaranya meminta marga buat Kahiyang. Kemudian, ada dari marga lain yang mengusulkan supaya Pak Jokowi sekaligus diberi marga Siregar. Kita setuju saja, senang saja. Tapi, kita cari waktu yang lain," kata Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mewakili keluarga Muhammad Bobby Afif Nasution di Medan, Sumatera Utara, Selasa 21 November 2017.

Menurut Darmin, pemberian marga dilaksanakan agar seseorang punya kedudukan yang jelas dalam adat Tapanuli Selatan. Hal ini berlaku bagi Kahiyang yang keturunan Jawa.

"Bobby mempersunting gadis keturunan Jawa, sehingga marga Siregar yang disematkan kepada Kahiyang. Pemberian marga kepada Kahiyang dilakukan dengan cara keluarga Nasution datang ke rumah Siregar untuk meminta marga. Itu berjalan dengan baik semuanya," ungkap Darmin.

Darmin yang pada acara ini datang sebagai Suhut Kahanggi, berpesan pada Kahiyang Ayu agar banyak belajar. Sehingga, bisa memahami istilah-istilah panggilan yang ada di adat Tapanuli Selatan.

"Kalau Kahiyang kepada Nasution, dia manggilnya Amangboru. Kita harus menghormati apa yang terjadi dalam keluarganya. Kalau ada kesusahan, tidak perlu diundang. Datang saja langsung, itu kewajiban kita. Sebaliknya, ke pihak dia itu memanggil Tulang. Dia harus rajin-rajin dengar apa yang ada di keluarga itu. Itu keluarga Tulang saya. Kalau ada apa-apa, tanpa diundang harus datang," beber Darmin.

Acara pemberian marga kepada Kahiyang yang berlangsung di kediaman Doli Sinomba Siregar, tulang atau kakak laki-laki ibunda Bobby. Usai diberi marga, Kahiyang diupah-upah dengan kepala kerbau, nasi dan daging kerbau, serta keris atau sahat mara.


(NIN)