Kerugian Kebakaran Pasar Koto Baru Ditaksir Rp1,5 Miliar

   •    Senin, 31 Jul 2017 18:14 WIB
kebakaran pasar
Kerugian Kebakaran Pasar Koto Baru Ditaksir Rp1,5 Miliar
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Batusangkar: Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menaksir kerugian terbakarnya belasan kios dan rumah di Pasar Kotobaru, Kecamatan X Koto, Tanah Datar, mencapai Rp1,5 miliar.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Tanah Datar, Nuryeddisman mengatakan, ada 17 kios dan satu rumah semi permanen yang hangus terbakar Senin 31 Juli sekitar pukul 07:00 WIB tadi.

Baca: 18 Toko di Pasar Koto Baru Terbakar

Selain kerugian materiel, kebakaran yang menimpa kios dan rumah yang berada di pinggir jalan lintas Kota Padang Panjang dan Bukittinggi tersebut juga mengakibatkan satu orang korban menderita luka bakar serius. Korban saat ini dirawat intensif di Rumah Sakit Yarsi Kota Padang Panjang.

"Api diduga berasal dari kebocoran tabung gas di salah satu kios milik Suryanto, 47, yang menjual bakso dan ia juga menjadi korban dari kebakaan tersebut," kata Nuryeddisman.

Ia menjelaskan, dalam proses pemadaman api ditejunkan sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran yang berasal dari Pemkot Padang Panjang dua unit, Pemkab Tanah Datar tiga unit, Pemkot Bukittinggi dua unit, Pemkab Agam dua unit, Pemkot Pariaman satu unit dan Pemkab Padang Pariaman satu unit.

Adapun para pemilik kios yang terbakar itu adalah Bernes (51), Romi (35), Del (55), Andre (41), Atiek (55), Yon (25), Burhanuddin (62), Joni (47), Jaswir (52) dan korban Suryanto, serta pemilik satu unit rumah, Bama (55).

Sementara itu Kepala Kepolisian Sektor X Koto, Polres Padang Panjang, AKP Yuhendri mengatakan, kebakaran pasar tradisional tersebut mengakibatkan kemacetan panjang dan mengganggu aktivitas pasar.

"Sekarang hari pasar, untuk sementara aktivitas jual beli terganggu," katanya.

Ia mengatakan, kebakaran yang sempat menjadi perhatian warga itu baru bisa dipadamkan beberapa jam kemudian.

"Lokasi kejadian sudah kita pasang garis polisi untuk dilakukan penyelidikan penyebab kebakaran," katanya. (Antara)


(ALB)