Antisipasi WannaCry, BP Batam Aktifkan Sistem Keamanan di IT Centre

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 16 May 2017 19:04 WIB
cyber crime
Antisipasi WannaCry, BP Batam Aktifkan Sistem Keamanan di IT Centre
Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam di kawasan Batam Centre, Kota Batam, Provinsi Kepri. BP Batam lakukan antisipasi merebaknya ransomware WannaCry.--MTVN/Anwar--

Metrotvnews.com, Batam: Badan Pengusahaan (BP) Batam mengaktifkan perangkat untuk memonitor dan mengantisipasi masuknya malware ransomware WannaCry di seluruh perangkat komputer mereka. 

Sejak informasi ransomware WannaCry merebak masuk ke Indonesia, BP Batam langsung melakukan antisipasi agar teror siber tersebut tidak sampai menyerang perangkat komputer di seluruh bagian.

"Upaya antisipasi yang kami lakukan yakni, melakukan updating sistem keamanan, termasuk tidak menghidupkan sistem berbasis windows untuk hari ini," kata Direktur Humas dan Promosi BP Batam Purnomo Andiantono kepada Metrotvnews.com, Selasa, 16 Mei 2017.

Selain melakukan dua langkah tersebut, kata Andi, BP Batam juga mematikan fasilitas wifi, terutama di Gedung Informasi dan Teknologi (IT) Centre BP Batam. 

"Kami mematikan fasilitas wifi di kantor mulai Senin kemarin. Perlahan mulai hari ini kami aktifkan lagi untuk kembali mengoptimalkan pelayanan," kata Andi. Perangkat dan jaringan komputer di Gedung IT Centre BP Batam mendapat perhatian khusus karena seluruh data terkait pelayanan di BP Batam tersimpan di gedung tersebut. 

Tidak hanya data dan file BP Batam, beberapa lembaga dan institusi juga menyimpan data mereka di IT Centre BP Batam, di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Sekretariat Kabinet RI, termasuk data e-KTP Nasional Kemendagri.

"Seluruh data BP Batam dan data beberapa tenant yang ada di Gedung IT Centre BP Batam aman. Kami selalu melakukan back-up data untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi gangguan," kata Andiantono.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Batam Said mengatakan, pihaknya juga langsung melakukan langkah-langkah antisipasi terkait merebaknya ransomware wanna cry di Indonesia.

"Kami langsung koordinasikan ke bagian IT agar menonaktifkan LAN/wifi sementara waktu. Kami juga melakukan back-up data ke storage terpisah agar seluruh data kami aman," kata Said kepada Metrotvnews.com.

Ia menjelaskan, sejak pagi hingga sore tadi pelayanan di Kantor Disdukcapil Batam berjalan normal seperti biasa. Bagian IT tetap disiagakan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu ada gangguan. 

"Pelayanan seperti; pengurusan e-KTP, KK, surat keterangan pengganti e-KTP, dan dokumen lainnya berjalan seperti biasa. Rata-rata perhari dokumen atau berkas yang masuk antara 800 hingga 1.000 berkas," ujarnya.



(ALB)