H+5 Diprediksi Puncak Arus Balik Kereta di Sumsel

Alwi Alim    •    Rabu, 28 Jun 2017 16:21 WIB
arus balik
H+5 Diprediksi Puncak Arus Balik Kereta di Sumsel
Suasana mudik di Stasiun Kertapati Palembang, 22 Juni 2017, Ant - Nova Wahyudi

Metrotvnews.com, Palembang: PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) III Sumatera Selatan memprediksi puncak arus balik lebaran Idulfitri 1438 H terjadi pada H+5 atau tepatnya 2 Juli mendatang. Sebab masa libur lebaran berakhir di H+5.

Manager Humas PT KAI Divre III Sumsel, Aidah Suryanti mengatakan, arus balik penumpang ini sudah mulai terlihat pada H+1 meskipun belum signifikan. Untuk jumlah penumpang pada H+1 sampai dengan H+2, dirinya belum dapat memastikan data tersebut.

“Saya belum lihat datanya, karena saat ini belum fix jumlahnya,” katanya saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu, 28 Juni 2017

Meskipun begitu, sambung Aidah, tiket kereta api untuk kelas ekonomi pada awal H-7 sampai dengan H+6 sudah habis terjual. Bahkan, pada H-3 lalu penumpang yang naik kereta api mencapai 3.500 penumpang.

“Jadi total penumpang yang data sejak H-7 sampai dengan H+1 kemarin sudah mencapai 33.500, tapi jumlah itu belum fix,” terangnya.

Sebelumnya menjelang lebaran PT KAI menyiapkan tiket sebanyak 59.444 tiket untuk semua kelas dan relasi. Namun, memantg tiket yang paling banyak yakni untuk kelas ekonomi, dengan tujuan Kertapati-Tanjung Karang. Tiket untuk tujuan ini sudah habis terjual H-5 hingga H-1. Sementara itu, untuk tujuan Kertapati – Lubuk Linggau habis terjual pada H-3 sampai H-1.

“Untuk gerbong yang digunakan pada arus balik ini tetap sama belum ada rencana penambahan gerbong. Dimana gerbong yang kami sediakan untuk eksekutif 12 gerbong, bisni 8 gerbong, dan ekonomi sebanyak 15 gerbong setiap harinya,” katanya.

Pada tanggal 7 Juli mendatang, masih kata Aidah, pihaknya juga akan memberlakukan kenaikan tarif tiket untuk kelas ekonomi yakni jurusan Kertapati Palembang – Lubuklinggau dan Rajabasa Kertapati – Tanjungkarang (Lampung) sebesar Rp 3000 sehingga tiket yang biasanya hanya Rp 32 ribu kini menjadi 35 ribu.

“Tarif baru tersebut  sesuai dengan Permenhub RI nomor PM 42 tahun 2017 tentang perubahan kedua atas Permenhub PM 35 Tahun 2016 tentang tarif angkutan orang dengan KA pelayanan kelas ekonomi,” ujarnya.

Ia membeberkan, kenaikan tarif ini merupakan upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa kereta api ekonomi bersubsidi, sehingga diharapkan semakin menarik masyarakat.

“Kami juga meminta masarakat untuk membeli tiket di konter resmi PT KAI untuk menghindari adanya tiket palsu PT KAI,” pungkasnya.


(RRN)