Organda Pekanbaru Minta Pemerintah Terbitkan Perda Angkutan Online

Antara    •    Jumat, 25 Aug 2017 12:57 WIB
taksi online
Organda Pekanbaru Minta Pemerintah Terbitkan Perda Angkutan Online
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Organisasi Angkutan Darat Kota Pekanbaru mengusulkan kepada pemerintah kota untuk membentuk peraturan daerah tentang angkutan berbasis aplikasi di ibu kota Provinsi Riau.

"Kita otonomi daerah, bisa mengarah ke sana (pembentukan Perda). Ini perlu dibicarakan lebih lanjut," kata Sekretaris DPC Organda Pekanbaru, Agus Sikumbang di Pekanbaru, Jumat 25 Agustus 2017.

Perda diharapkan angkutan online dan konvensional dapat bersanding serta beroperasi bersama di Kota Pekanbaru. Keberadaan angkutan online di Pekanbaru bagai dua sisi mata uang. Satu sisi, angkutan dengan menggunakan aplikasi android tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun disisi lain dinilai sebagai ancaman keberadaan angkutan umum konvensional yang lebih dulu berdiri.

Walikota Pekanbaru, Firdaus MT menuturkan dirinya tetap mengizinkan keberadaan angkutan online beroperasi di wilayahnya. Menurut dia, keberadaan angkutan online telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, serta merupakan bagian dari perkembangan teknologi. 

Pernyataan Firdaus itu ia sampaikan awal pekan ini setelah terjadinya insiden bentrokan dan penolakan sopir taksi konvensional terhadap angkutan online di Pekanbaru.

Baca: Keputusan MA jadi Pro Kontra di Pengemudi Taksi Online

Secara umum, dia mengatakan Organda Pekanbaru mendukung sikap Firdaus dan tidak mempermasalahkan keberadaan angkutan berbasis aplikasi di Kota Madani tersebut. Namun, dia meminta agar legalitas angkutan itu juga harus jelas.

Ia menilai keberadaan angkutan berbasis aplikasi tidak lagi dapat dihindarkan. Sesuai perkembangan teknologi, ia mengatakan keberadaan angkutan daring merupakan tuntutan perkembangan zaman.

"Kita berharap dapat duduk bersama dengan walikota untuk membahas ini. Banyak hal yang perlu dibahas, dan saya yakin Pak Firdaus dengan bijaksana dapat memutuskan yang terbaik," tuturnya.

Awal pekan ini, insiden bentrokan pecah antara sopir taksi dengan angkutan online hingga menyebabkan banyak kerguian. Sembilan unit taksi dan empat pengemudi baik konvensional dan online rusak dan terluka.


(ALB)