Banjir Kepung Palembang Akibat Siklon Gaja

Antara    •    Rabu, 14 Nov 2018 08:53 WIB
bencana banjir
Banjir Kepung Palembang Akibat Siklon Gaja
Personel Basarnas Palembang melakukan evakuasi warga terdampak banjir di wilayah Seduduk Putih dan Bandara Residence, Palembang, Selasa, 13 November 2018. MI/Dwi Apriani

Palembang: Banjir mengepung beberapa kawasan di pusat hingga pinggiran Kota Palembang, Sumatera Selatan, sejak Selasa, 13 November 2018. Sebelumnya, Palembang diguyur hujan selama lima jam Senin dini hari.

Banjir ini mengakibatkan kemacetan yang mengular di sejumlah jalan protokol. Kemacetan terparah terjadi di Jalan R Sukamto tepatnya di depan PTC Mall.

Kawasan Universitas IBA Palembang juga macet parah. Kemacetan mengular dari persimpangan SMKN 6 Palembang hingga ke SMA Xaverius 1. Genangan air sedalam kira-kira 50 sentimeter terjadi di beberapa titik hingga Selasa petang.

Evakuasi warga

Basarnas Palembang menerjunkan personel untuk mengevakuasi korban banjir yang terjebak di dalam rumah sejak Selasa pagi.

"Korban banjir masih terjebak di dalam rumah, khususnya di kawasan perumahan Bandara Residence dan kawasan Jalan Seduduk Putih Palembang," kata Kepala Humas Basarnas Palembang Taufan, di Palembang, Selasa.

Basarnas menerima permintaan evakuasi dari masyarakat. Mereka langsung menerjunkan tim untuk mengevakuasi warga perumahan Bandara Residence.

Sebanyak 60 keluarga dari perumahan Bandara Residence dievakuasi. Sejumlah keluarga dari Jalan Seduduk Putih juga diamankan ke tempat yang lebih aman.

Pihaknya juga mengevakuasi warga di Sekip Tengah, belakang Sekolah Nurul Iman. Taufan mengatakan banyak lokasi di Kota Palembang yang diterjang banjir. Namun, evakuasi baru dilakukan ke warga yang meminta bantuan.

Siklon Tropis Gaja

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang Bambang Benny Setiaji mengatakan hujan deras yang terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan. Hujan berintesitas tinggi karena aktivitas Siklon Tropis Gaja.

"(Siklon Gaja) mengakibatkan angin baratan yang masuk ke wilayah Sumatera Selatan," kata dia.


(SUR)