Anggota Grup Medsos Simpatisan ISIS Bakal Dipanggil

Alwi Alim    •    Selasa, 11 Jul 2017 10:56 WIB
terorisme
Anggota Grup Medsos Simpatisan ISIS Bakal Dipanggil
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Palembang: Terduga simpatisan ISIS, Toni Rianda, 24, ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian pada Senin 10 Juli 2017. Melalui aplikasi grup chatting (telegram), Toni mengatakan, jika polisi hahal untuk dibunuh.

Kini, polisi fokus memeriksa terduga lain. Seluruh anggota grup telegram yang diikuti Toni akan dipanggil Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel.

"Dalam grup medsos (telegram), bukan hanya Toni yang menyebutkan polisi itu thogut. Tapi, ada beberapa anggota lainnya," kata Dirkrimum Polda Sumsel Kombes Prasetijo Utomo di Palembang, Selasa 11 Juli 2017.

(Baca: Polda Sumsel Tetapkan Simpatisan ISIS Tersangka Ujaran Kebencian)

Parsetijo mengaku, pihaknya belum tahu maksud ujaran kebencian yang diutaran Toni dan anggota grup lainnya. Karenanya, seluruh anggota grup telegram bakal dipanggil untuk penyelidikan.

"Kasus ini masih dalam proses pengembangan," singkatnya.

Toni ditangkap di dalam bus saat menuju ke Palembang. Ia sudah menjadi incaran polisi karena diduga simpatisan ISIS dan sering mengupload segala sesuatu tentang kelompok radikal itu. Di grup telegarm, Toni juga sering menyerukan ujaran kebencian.

(Baca: Terduga Simpatisan ISIS Ditangkap saat Razia Bus di Palembang)


(NIN)