Kejari Tahan Seorang Tersangka Kasus Korupsi Videotron Disperindag Medan

Farida Noris    •    Selasa, 19 Sep 2017 19:13 WIB
korupsi
Kejari Tahan Seorang Tersangka Kasus Korupsi Videotron Disperindag Medan
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Medan: Penyidik Kejari Medan menahan Dahlianum, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Disperindag Medan, Selasa 19 September 2017. Dahlianum salah seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan videotron di Disperindag Medan Tahun Anggrana 2013 senilai Rp3,1 miliar. 

"Tersangka datang sekitar pukul 10.00 WIB tanpa didampingi pengacara. Penahanan dilakukan karena penyidikan kasus ini sudah kita anggap maksimal. Tersangka kita tahan untuk 20 hari ke depan di Rutan Tanjung Gusta Medan," ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Medan Haris Hasbullah. 

Baca: Kejari Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pengadaan Videotron

Dalam kasus ini, Kejari Medan menetapkan tiga orang tersangka yaitu Direktur CV Tanjung Asli, Ellius selaku rekanan, pejabat di Disperindag Dahlianum selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan seorang lagi dari rekanan bernama Johan.

"Berkas tersangka akan segera kita susun untuk segera kita limpahkan ke Penuntutan. Untuk tersangka lainnya akan kita jadwalkan pemeriksaanya. Dalam kasus ini, hasil audit BPKP Sumut menunjukkan kerugian negara sebesar Rp1 miliar" tandas Haris.  

Sebelumnya dalam kasus ini, pengadaan videotron massal berisi informasi harga kebutuhan pokok secara elektronik di Disperindag Kota Medan Tahun 2013 menggunakan anggaran Rp3,1 miliar.

Proyek itu terindikasi korupsi, sehingga penyidik telah mengeluarkan surat perintah penyidikan Nomor Print 02/N.210ND.108/2016 tertanggal 16 Agustus 2016. 

Pengadaan videotron itu seharusnya memudahkan masyarakat untuk mengetahui harga bahan pokok. Namun kenyataannya, videotron yang dipasang di sejumlah titik di antaranya di Pasar Palapa, Pasar Aksara, Pusat Pasar, Pasar Petisah, dan Pasar Simpang Limun itu, ternyata tidak berfungsi. Bahkan pengadaan videotron itu disebut sebagai proyek gagal. 


(ALB)