Lapas Banda Aceh Kembali Kondusif

Antara    •    Kamis, 04 Jan 2018 22:41 WIB
kerusuhan penjara
Lapas Banda Aceh Kembali Kondusif
Sejumlah napi berkumpul di depan sel di Lembaga Permasyarakatan (LAPAS) kelas IIA, Banda Aceh. Foto: Antara/Ampelsa

Banda Aceh: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh A Yuspahruddin menyatakan kondisi Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Banda Aceh sudah kembali kondusif. Warga binaan di lapas tersebut sempat rusuh dan diwarnai pembakaran bangunan penjara.

"Kondisi LP Banda Aceh sudah kembali kondusif. Narapidana dan tahanan sudah ditempatkan di sel masing-masing," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh A Yuspahruddin di Banda Aceh, Kamis, 4 Januari 2017.

LP Kelas IIA Banda Aceh yang berada di kawasan Lambaro, Kabupaten Aceh Besar, rusuh dan diwarnai pembakaran bangunan pada Kamis sekitar pukul 11.00 WIB. Sejumlah ruang kantor di LP Banda Aceh hangus terbakar. Tidak ada narapidana ataupun tahanan menjadi korban.

Selain membakar ruangan kantor, penghuni penjara tersebut juga membakar satu unit kendaraan roda empat milik Polresta Banda Aceh. Mobil yang dibakar tersebut merupakan kendaraan penerangan pengendalian massa.

Kerusuhan mampu diredam setelah seratus lebih petugas polisi dan TNI mengamankan suasana di dalam penjara. Lima ruangan di penjara tersebut hangus terbakar kendati delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke LP Banda Aceh.

(Simak: Tolak Dipindahkan, Tiga Napi Picu Kerusuhan di Lapas Banda Aceh)

A Yuspahruddin menyebutkan, pihaknya akan melakukan investigasi internal terkait kerusuhan tersebut. Berdasarkan keterangan sementara, kata dia, kerusuhan dipicu penolakan pemindahan tiga narapidana narkoba ke Sumatera Utara. Pemindahan tersebut dalam rangka penertiban di LP Banda Aceh.

"Namun, untuk memastikan penyebab kerusuhan, kami akan melakukan investigasi. Bagi yang terbukti terlibat kerusuhan, akan ditindak tegas," kata A Yuspahruddin.

Lapas Banda Aceh memiliki kapasitas huni hingga 800 orang. Saat kerusuhan terjadi, penjara Kelas IIA di Provinsi Aceh tersebut dihuni lebih dari 500-an narapidana dan tahanan.

Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Aceh Brigjen Bambang Soetjahyo menyebut pengamanan pascakerusuhan melibatkan personel Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh. Setidaknya satu peleton personel diterjunkan untuk membantu pengamanan lapas.
 


(SUR)