Nelayan di Batubara Ancam Bakar Kapal Pukat Tarik

Farida Noris    •    Selasa, 27 Mar 2018 18:37 WIB
nelayan
Nelayan di Batubara Ancam Bakar Kapal Pukat Tarik
Ilustrasi.

Medan: Nelayan Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara mengancam akan membakar kapal pukat tarik. Pasalnya selama ini kapal pukat tarik masih beroperasi di perairan Batubara meski telah dilarang.

"Cukup menjamur kapal pukat tarik di Batubara, bahkan makin banyak. Kami akan aksi di laut. Kami tunggu dua minggu lagi janji penertiban pukat tarik," kata Ketua Masyarakat Nelayan Tradisional Batubara (MANTAB) Syawaluddin, Selasa, 27 Maret 2018.

Dia mengatakan penggunaan pukat tarik telah dilarang sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015. Tapi, meski dilarang, kapal pukat tarik di Batubara masih bebas beroperasi.

"Itukan tugas Polair dan Syahbandar untuk menertibkan. Tapi kami lihat hukum tidak berlaku lagi, maka kami akan buat hukum sendiri. Kami akan bakar itu pukat tarik yang masih beroperasi," tegasnya.

Bahkan, ratusan nelayan, kata Syawaluddin sudah berulangkali berunjukrasa ke Kantor Bupati dan Kantor DPRD Batubara terkait masih beroperasionalnya kapal pukat tarik. Tapi, hingga kini belum ada tindakan.

"Dulunya pukat tarik sudah tak beroperasi di Batubara. Tapi saat ini kenapa semakin menjamur. Kami sudah tanya Syahbandar, tapi mereka bilang tidak ada mengeluarkan izin itu. Kalau sampai penertiban tidak terealisasi, kami akan bertindak. Maka kami akan membuat aksi di laut," urainya.

Penggunaan pukat tarik, kata Syawaluddin, sangat mengancam hasil laut wilayah Batubara dan sekitarnya. Pasalnya pukat tarik menggaruk biota hingga dasar laut. Jika lingkunan laut rusak, yang rugi justru nelayan sendiri, karena jumlah ikan akan semakin berkurang. 

"Pukat tarik dia ngambil sampai ke dasar. Pukat tarik ini juga menghancurkan sampai ke tepi tempat ikan-ikan berkembang. Sehingga hasil tangkapan ikan kami nelayan tradisional terus menurun," kata dia.


(ALB)