Korban Kebakaran di Karimun Butuh Bantuan Keperluan Bayi

Anwar Sadat Guna    •    Senin, 06 Nov 2017 02:09 WIB
kebakaran rumah
Korban Kebakaran di Karimun Butuh Bantuan Keperluan Bayi
Korban kebakaran di Tanjungbalai Karimun mengungsi ke masjid yang berada tak jauh dari lokasi kebakaran. (Foto: MTVN/Anwar Sadat Guna).

Metrotvnews.com, Batam: Korban kebakaran di Kabupaten Karimun berharap ada bantuan bagi balita dan anak-anak. Bantuan tersebut seperti susu, popok, makanan bayi, serta keperluan sekolah.

"Sejauh ini korban kebakaran belum mendapatkan bantuan untuk bayi dan anak-anak yang ada di posko pengungsian. Kami berharap pemerintah bisa mendistribusikan bantuan tersebut," ungkap Wenderi, Ketua RT 01/RW 02, Kelurahan Sungai Lekam Barat, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun kepada Metrotvnews.com, Minggu 5 November 2017.

Di lokasi pengungsian terdapat beberapa balita. Di antaranya berumur 4 bulan, 1 tahun, 2 tahun, dan 2 tahun ke atas. "Bantuan lainnya seperti makanan, air minum, selimut, pakaian, tempat tidur sudah ada, tetapi kami belum melihat ada bantuan untuk keperluan bayi," aku Wenderi. 

Ia berharap ada masyarakat atau lembaga yang tergerak untuk memberikan bantuan tersebut. Termasuk bantuan untuk perlengkapan sekolah anak-anak yang menjadi korban kebakaran.

(Baca juga: Kebutuhan MCK Jadi Kendala Penanganan Korban Kebakaran di Karimun)

Saat ini, sekitar ratusan pengungsi masih berada di lokasi pengungsian, yakni di masjid dan tenda-tenda yang didirikan warga sekitar. 

"Para korban tidak memiliki apa-apa selain baju yang melekat di badan. Harta benda mereka ikut terbakar dalam peristiwa kebakaran tadi malam," ujarnya sembari menambahkan belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. 

Koordinator Tim Siaga Bencana (Tagana) Karimun, Dedy mengatakan, pihaknya telah membuka posko dapur umum sesuai instruksi Bupati Karimun Aunur Rafiq. Posko dapur umum dibuka selama tiga hari ke depan. 

"Dapur umum akan melayani kebutuhan makan para pengungsi, mulai sarapan pagi, makan siang dan malam. Tim Tagana dibantu oleh ibu-ibu sekitar untuk menyiapkan makanan bagi para pengungsi," ujarnya.

Semua bantuan yang berada di posko pengungsian, kata Dedy, akan didistribusikan kepada para korban kebakaran. Beberapa bantuan dan sumbangan dari masyarakat maupun donatur terus berdatangan. "Kami terus mendata bantuan yang masuk ke posko pengungsian," ujarnya. 

(Baca juga: Api Lahap 30 Rumah di Karimun)

Diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat terjadi di Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepri, Minggu 5 November 2017 dini hari. Sebanyak 30 rumah warga Pulau Kambing, Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun, ludes dilahap si jago merah dalam kejadian itu.

Ssebanyak 30 kepala keluarga (KK) dengan total 117 jiwa kehilangan tempat tinggal. Para korban kebakaran saat ini menempati beberapa lokasi pengungsian.


(HUS)