Sumsel Terancam Gagal Panen karena Cuaca Ekstrem

Alwi Alim    •    Senin, 13 Nov 2017 16:53 WIB
pangan
Sumsel Terancam Gagal Panen karena Cuaca Ekstrem
Ilustrasi. MTVN/Syahmaidar

Palembang: Cuaca ekstrem menyebabkan beberapa daerah Sumatera Selatan diserang bencana, seperti longsor dan banjir.  Pertanian di Sumsel bahkan terancama gagal panen atau puso.

Pemerintah Provinsi Sumsel mengakui kondisi cuaca ekstrem dan berdampak pada terendamnya beberapa lahan pertanian di Sumsel. Saat ini, belum ada lahan yang diserang gagal panen.

"Ada 15 hektar yang tercatat lahan yang terendam banjir di Ogan Komering Ulu (OKU) Timur," kata Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Ilfantrian, saat ditemui di Kantornya, Senin 13 November 2017.

Banjir yang merendam lahan hanya terjadi selama satu sampai dua hari. Beruntung tanaman padi yang terendam banjir tetap hidup. Namun hal ini akan berakhir lain jika cuaca ekstrem menyebakan lahan terendam banjir selama tiga hari lebih.

Ia tidak mengetahui pasti berapa banyak lahan yang mengalami puso di tahun 2016. Namun, ia memastikan jika petani mengalami puso maka pihaknya akan segera turun ke lapangan untuk memberikan bantuan berupa benih dan lain sebagainya.

Sejauh ini, pihaknya juga mencatat untuk produksi padi di Sumsel mengalami surplus 74 persen atau total produksi sebesar 5 juta ton. Produksi terbesar berasal dari Kabupaten Banyuasin (1,4 juta ton) dan Ogan Komiring Ilir Timur (1 juta ton).

"Kami berharap tahun depan produksi padi dapat kembali meningkat mengingat adanya pilot project baru yang dikembangkan Dinas Pertanian Sumsel," pungkasnya.


(SUR)