Peneror Gereja di Medan Bercita-cita Membuat Robot

Farida Noris    •    Kamis, 01 Sep 2016 19:14 WIB
bom bunuh diri
Peneror Gereja di Medan Bercita-cita Membuat Robot
Pelaku percobaan bom bunuh diri, IAH, tengah diinterogasi. (Foto: dok/Polresta Medan)

Metrotvnews.com, Medan: IAH, 17, tersangka teror bom di Gereja St Yosep, Medan, Sumatera Utara, sejak kecil bercita-cita membuat robot. Hal itu disampaikan ibu IAH, Arista Purba, 54.

"Sewaktu kecil, IAH pernah bercita-cita ingin membuat roket dan menciptakan robot," kata Arista Purba, di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Jalan Sei Rokan Nomor 39, Medan, Sumatera Utara, Kamis (1/9/2016).

Dia menuturkan, putra bungsu dari tiga bersaudara itu gemar dengan teknologi sejak kecil. Namun, saat kelas 3 di SMA Negeri 4 Medan, prestasi IAH menurun. Itu disebabkan IAH mengalami gangguan pada matanya sehingga konsentrasi belajarnya terganggu.

"Saya sempat nanya, kenapa nilainya turun? Dia menjawab matanya sakit dan minta diobati. Dia juga belum mau kuliah sebelum matanya diobati," ujar dia.

Sementara itu, ayah IAH, Makmur Hasugian mengatakan, putranya memiliki hobi bermain basket dan game. Pria yang bekerja sebagai pengacara itu tak menyangka atas perubahan anaknya itu.

"Dia sering main basket di rumah. Sering juga main game lewat handphone andorid miliknya. Makanya keluarga tidak menyangka dia seperti ini," kata Makmur Hasugian.

IAH ditangkap usai menebar teror bom dan berupaya menyerang pemuka agama di Gereja Santo Yosep, Medan, Sumatera Utara, pada Minggu pagi 28 Agustus. Dia diduga ingin meledakkan bom yang dibawanya. Pemuda ini diringkus jemaat saat menyerang Pastor Albret S Pandiangan dengan pisau. 

Polresta Medan telah menetapkan IAH sebagai tersangka kasus percobaan peledakan bom rakitan di Gereja Santo Yosep. IAH dijerat Undang Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme dan Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak. 

Selain itu, IAH juga dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan.


(TTD)