Korupsi Rusunawa Sibolga Baru Akan Disidang Tahun Ini

Farida Noris    •    Jumat, 16 Sep 2016 14:04 WIB
kasus korupsi
Korupsi Rusunawa Sibolga Baru Akan Disidang Tahun Ini
Ilustrasi/Popularliberty

Metrotvnews.com, Medan: Empat tahun menunggu kejelasan pengungkapan kasus dugaan korupsi rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Pemko Sibolga, Pengadilan Negeri Medan akhirnya segera menyidangkannya.

Kepastian itu terjadi setelah Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melimpahkan berkasnya pada 14 September lalu.

"Ya, kasus yang menjerat Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Sibolga, Januar Effendi Siregar, dan rekanan proyek Adely Lis itu, segera disidangkan," kata Kasi Penkum Kejati Sumut, Bobbi Sandri, Jumat (16/9/2016).

JPU (Jaksa Penuntut Umum) yang ditunjuk untuk menyidangkan perkara itu adalah Netty Silaen dan empat orang lainnya. Saat ini Kejati Sumut masih menunggu kapan jadwal penetapan persidangan.

"Kami juga masih menunggu penetapan dari Pengadilan Negeri Medan," terangnya.

Kasus ini berawal dari proyek pengadaan tanah untuk rusunawa dan perkantoran seluas 7.171 meter persegi di Jalan Merpati-Jalan Mojopahit, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan. 

Awalnya tanah itu dibeli dengan harga Rp1,5 miliar. Kemudian, ada lagi pembayaran Rp5,3 miliar, sehingga total dana yang dibayarkan Rp6,8 miliar. Semua dana pembelian diambil dari APBD 2012. Usut punya usut, ditemukan penggelembungan dan negara diduga merugi Rp5,3 miliar.

Pada 13 Desember 2014, Januar yang telah ditetapkan tersangka, menyebutkan bahwa Syarfi Hutauruk, wali kota Sibolga, ikut terlibat. Saat itu, Januar mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan menyerahkan bukti-bukti rekaman dan dokumen keterlibatan Syarfi. 

Januar meminta agar kasus itu diambil alih KPK. Pasalnya, Kejati Sumut yang menyidik kasus sejak 14 Mei 2013 ini dinilai tidak obyektif. Tak lama setelah aksi Januar, Syarfi lantas diperiksa Kejati Sumut dengan kapasitas sebagai saksi.

Pada 13 Juni 2013 Kejati Sumut menahan Adely Lis sebagai rekanan proyek. Lima hari kemudian atau 17 Juni 2013, tim pidsus menahan Januar. Keduanya ditahan hingga sekarang.

Kedua tersangka dijerat Pasal 2 jo Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHP?.



(UWA)