Kasus Pencabulan Eks Pemain Timnas Sepak Bola Segera Disidang

Farida Noris    •    Rabu, 04 Jul 2018 15:32 WIB
pencabulan
Kasus Pencabulan Eks Pemain Timnas Sepak Bola Segera Disidang
ilustrasi Medcom.id

Medan: Kasus penganiayaan dan pencabulan yang melibatkan eks pemain Tim Nasional (Timnas) Sepak bola Indonesia, Andika Yudhistira Lubis segera disidang, di Pengadilan Negeri Medan. 

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Parada Situmorang, mengatakan, pihaknya telah melimpahkan perkara itu ke Pengadilan Negeri Medan pada 25 Mei 2018.

"Setelah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polrestabes Medan, maka 25 Mei kemarin sudah kita limpahkan ke PN Medan," kata Parada Situmorang, Rabu, 4 Juli 2018.

Parada mengaku saat ini, pihak Kejaksaan tengah menunggu penetapan jadwal sidang dari Pengadilan Negeri Medan. 

"Untuk pasalnya di dakwaan, tersangka kami jerat dengan pasal mengenai percobaan pemerkosaan dan penganiayaan," terang Parada.

Selain itu, lanjut Parada, mantan striker Timnas di SEA Games 2009 ini juga masih ditahan di Rutan Tanjung Gusta Medan. 

"Dan kini wewenang penahanan berada di PN Medan. Untuk korban masih kita lindungi karena saat ini masih trauma," sebut Parada.

Seperti diketahui, Andika Yudhistira Lubis diduga melakukan penganiayaan dan pecabulan terhadap seorang wanita berinisial ABS, 26. Percobaan pemerkosaan itu terjadi saat mereka melakukan pertemuan usai berkenalan pada Sabtu 17 Maret 2018.

Andika mencoba memperkosa ABS di dalam mobil Toyota Avanza yang dikemudikannya. Tapi, Andika gagal memperkosa ABS, sebab korban mempertahankan diri.

Karena kesal Andika pun memukuli ABS hingga tak sadarkan diri. Andika lalu membuang ABS di tepi Jalan Seksama Medan. 

Kemudian, Andika ditangkap polisi saat berlatih sepak bola di BSD Pantai Rambung, Kecamatan Mariendal, Kabupaten Deli Serdang, Minggu, 23 Maret 2018.

Berdasarkan catatan kepolisian, mantan pemain PSMS Medan ini tak sekali ini saja berhadapan dengan hukum. Pada 2013-2014, Andika pernah ditangkap Polda Sumut dalam kasus kepemilikan pil ekstasi. Di persidangan, Andika akhirnya diputus bersalah dan dibui selama 9 bulan di penjara.

Kemudian, pada 2016, Andika juga terlibat dalam kasus pencabulan di Jalan STM. Namun, korban tak membuat laporan ke polisi. Setahun berselang yakni di tahun 2017, Andika terlibat kasus pencurian dan diamankan di Polsek Medan Baru. Namun saat itu Andika berdamai dengan korban.


(ALB)