Latihan Reaksi Cepat di Natuna Tetap Dilanjutkan

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 18 May 2017 14:58 WIB
tni
Latihan Reaksi Cepat di Natuna Tetap Dilanjutkan
Seorang prajurit TNI terluka akibat ledakan meriam Giant Bow, Rabu 17 Mei 2017. Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Batam: Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Tanjung Datuk, Natuna, Provinsi Kepri, tetap dilanjutkan. Perang-perangan itu sudah menjadi agenda Mabes TNI, meski 4 prajurit tewas akibat meledaknya meriam jenis Giant Bow, kemarin.

"Kejadian kemarin itu adalah risiko dalam sebuah latihan, dimungkinkan terjadi kesalahan," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh kepada Metrotvnews.com, Kamis, 18 Mei 2017.

Alfret memastikan latihan yang diselenggarakan TNI di Tanjung Datuk tetap berlangsung. Kegiatan tersebut, kata Alfret, salah satunya meningkatkan kemampuan tentara dalam menembak, khususnya TNI AD.

"Kegiatan kemarin diikuti sekira 85 anggota Arhanud TNI. Materi latihannya adalah latihan menembak personel Arhanud," ungkapnya. 

Baca: Meriam Giant Bow di Natuna Mendadak Liar

Ia menambahkan, latihan PPRC TNI rutin diselenggarakan oleh Mabes TNI di wilayah Indonesia. Tahun ini, Natuna mendapat giliran untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut. 

Pada sesi latihan persiapan PPRC TNI tersebut, personel Arhanud (Kostrad) mendapatkan kesempatan untuk berlatih meningkatkan kemampuan menembak. "Jadi sampai saat ini kegiatan tetap berlangsung," ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, empat personel TNI AD meninggal dalam sesi latihan PPRC di Tanjung Datuk, Natuna, Rabu 17 Mei 2017 sekira pukul 11.25 WIB. Selain itu, insiden yang terjadi di lokasi juga menyebabkan delapan personel terluka. 

Delapan prajurit TNI itu dirawat, masing-masing empat prajurit di RSUD Natuna dan empat lainnya dibawa ke Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). 



(ALB)