Eksekutor Pembunuhan Pemilik Toko Servis Airsoft Gun Segera Diadili

Farida Noris    •    Senin, 14 Aug 2017 13:45 WIB
pembunuhan
Eksekutor Pembunuhan Pemilik Toko Servis <i>Airsoft Gun</i> Segera Diadili
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/Rizal)

Metrotvnews.com, Medan: Kejaksaan Negeri Medan telah melimpahkan berkas perkara lima orang tersangka eksekutor pembunuh Indra Gunawan alias Kuna pemilik toko servis airsoft gun, ke Pengadilan Negeri Medan. 

"Berkas perkara para eksekutornya sudah dilimpahkan penyidik Kejari Medan ke Pengadilan Negeri Medan. Jadi kita hanya menunggu jadwal sidang," kata Kasi Pidana Umum Kejari Medan Taufik, Senin, 14 Agustus 2017.

Baca: Pembunuh Bayaran Kuna Simpan Senjata Organik

Tersangka yang dilimpahkan adalah Jo Hendal alias Zendal, 41, warga Jalan Sukaraja Batubara, Sumatera Utara. Dia berperan sebagai sopir mobil. Lalu, Chandra alias Ayen, 38, warga Jalan Tulang Bawang, Nomor 6 Medan Petisah. Dia berperan menyimpan senjata api. Kemudian, John Marwan Lubis alias Ucok, 62, warga Jalan Sei Deli Medan, yang berperan menyimpan senjata api.

"Kemudian juga berkas dua tersangka yang terlibat penganiayaan karyawan Kuna pada 2014 lalu atas nama Wahyudi alias Culun, 33, warga Jalan Karya Jaya Gang, Karya Ikhlas, Kecamatan Medan Johor; dan M Muslim, 31, warga Jalan Sampali No 74 Kelurahan Pandau Hulu Kecamatan Medan Area," urainya.

Menurut Taufik, berkas para tersangka ini tidak terpengaruh dengan gugatan praperadilan Siwaji Raja yang dikabulkan oleh Hakim PN Medan. Sebab para eksekutor ini dari awal tidak dimasukkan dalam materi gugatan Siwaji Raja.

Baca: Berkas Kasus Penganiayaan Karyawan Reparasi Senapan Dilimpahkan

"Tidak terpengaruh, karena dari awal kuasa hukum Siwaji Raja tidak memasukkan para tersangka eksekutor ini ke dalam materi gugatannya. Sehingga kita dapat langsung melimpahkan berkas mereka ke PN Medan," terangnya.

Sedangkan untuk perkara Siwaji Raja yang diduga menjadi otak pelaku pembunuhan, Taufik mengaku belum menentukan langkah selanjutnya. Dia masih berkonsultasi dengan pimpinan dan penyidik Polrestabes Medan untuk kelanjutan berkas Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Sumatera Utara itu.

"Ya untuk Siwaji Raja, kita masih konsultasi terus ke pimpinan dan Penyidik Polrestabes Medan. Yang penting kita sudah laksanakan dulu putusan hakim, sudah kita bebaskan tersangka. Namun belum kita hentikan (penyidikan) untuk si Raja," bebernya.


(SAN)