Kasus Pembunuhan Kuna

Polrestabes Belum Mau Beberkan Bukti Baru Penangkapan Raja

Farida Noris    •    Kamis, 16 Mar 2017 16:17 WIB
penembakan
Polrestabes Belum Mau Beberkan Bukti Baru Penangkapan Raja
Raja berkemeja biru dan bersyal merah (Foto:MTVN/Budi)

Metrotvnews.com, Medan: Polrestabes Medan masih menutupi bukti baru terkait penangkapan kembali Siwaji Raja terduga otak pelaku pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna ahli reparasi senjata di Medan. Pengusaha tambang batubara asal Kota Jambi itu kembali ditangkap lima menit setelah pembebasannya sesuai putusan praperadilan Pengadilan Negeri Medan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKPB Febriansyah, mengatakan, Siwaji Raja masih diperiksa. Penyidik belum bisa membeberkan bukti-bukti baru dalam penahanan Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Sumatera Utara itu. Karena bukti baru itu masih diteliti.

"Kita belum bisa memberikan keterangan mengenai bukti baru dalam penahanan Raja," kata Febri.

Raja kembali ditahan pihak Polrestabes Medan, Sumatera Utara. Penahanan dilakukan setelah Raja melewati pos penjagaan Mapolrestabes Medan, Selasa 14 Maret 2017. Penahanan dilakukan karena polisi mempunyai bukti baru.

"Setelah salinan putusan dari Pengadilan Negeri Medan diterima, tim dari Polda Sumut dan Polrestabes Medan langsung gelar perkara dan hasilnya ada tambahan bukti baru sehingga dilakukan penangkapan kembali," ujar Febri.

Gugatan praperadilan yang diajukan Siwaji Raja, dikabulkan Pengadilan Negeri Medan, Senin 13 Maret 2017. Akibatnya penetapan status tersangka, penangkapan dan penahanan yang dilakukan penyidik Polrestabes Medan terhadapnya gugur.

Hakim Tunggal Erintuah Damanik menyatakan surat perintah penyidikan serta surat penetapan tersangka dan surat penahahan Siwaji Raja batal dan tidak mempunyai kekuatan mengikat. Sehingga hakim memerintahkan agar pihak Termohon (Polrestabes Medan) mengeluarkan Pemohon (Siwaji Raja) dalam rumah tahanan negara.

Hakim menerima permohonan Siwaji Raja karena tidak ditemukan cukup bukti yang menjeratnya. Saksi polisi mengatakan adanya pengakuan dari Rawi Indra yang dibayar Raja untuk membunuh Kuna. Akan tetapi Rawi yang menjadi saksi kunci kasus itu tewas ditembak saat penangkapan.

Keesokan paginya, Siwaji Raja lantas dibebaskan polisi. Akan tetapi saat berjalan menuju gerbang Polrestabes Medan, Raja yang didampingi kuasa hukum dan keluarga dihadang petugas berpakaian preman. Sang petugas menyodorkan berkas sprindik baru dan tanpa babibu langsung `menenteng` Raja. 

Sempat terjadi keributan antara polisi dan keluarga Raja. Tapi, tidak dengan Raja. Lelaki berkemeja biru dan bersyal merah itu cenderung pasrah.


(ALB)