Warga Glori Home Batam Trauma, 18 Rumah Terbakar

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 09 Nov 2016 20:38 WIB
eksekusi rumah
Warga Glori Home Batam Trauma, 18 Rumah Terbakar
Eksekusi rumah liar di Batam ricuh, MTVN - Anwar Sadat Guna

Metrotvnews.com, Batam: Belasan warga yang rumahnya terbakar saat eksekusi lahan di Bengkong Sadai, Batam, trauma dan memilih mengungsi ke rumah keluarganya. Situasi di lokasi berangsur kondusif namun masih dalam penjagaan aparat kepolisian. 

Pantauan di lokasi, sejumlah warga Perumahan Glori Home, Bengkong Sadai, Batam, Kepulauan Riau, yang menjadi korban kerusuhan saat eksekusi lahan mengemas barang-barangnya untuk dipindahkan ke rumah kerabat. 

"Kami trauma. Sejak kejadian semalam meletus, kami langsung keluar rumah menyelamatkan diri," kata Ani, 50, warga Perumahan Glori Home saat ditemui di lokasi, Rabu (9/11/2016).

Ia mengatakan kericuhan dan aksi pembakaran yang dilakukan massa sangat mengejutkan warga di Perumahan Glori Home. Warga banyak tak menduga, proses eksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri (PN) Batam berujung ricuh.

Baca: Eksekusi Ratusan Rumah Liar di Batam Ricuh

"Situasinya sudah mulai memanas sejak pagi. Tapi kami tak menduga. Kami yang tinggal di sebelah lokasi yang akan dieksekusi kena imbasnya," kata Ani. Ketika bentrokan mulai terjadi sekira pukul 14.00, kata Ani, ia langsung membawa keluar lima anggota keluarganya dari rumah.

Pihaknya berharap pemerintah bisa mengatasi hal ini dan mencari jalan keluar atas kerugian yang dialami warga. Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika mengatakan, hasil penyelidikan di lapangan, sebanyak 18 rumah warga Glori Home terbakar. 

Rumah-rumah tersebut terbakar akibat terkena bom molotov yang dilemparkan massa saat kericuhan di lokasi eksekusi. "Massa melempar molotov ke arah petugas. Mungkin beberapa di antaranya nggak sampai mengenai petugas dan jatuhnya di rumah warga Glori Home," kata Helmy.

Baca: Polisi Temukan 400 Bom Molotov di Lokasi Eksekusi di Batam

Setelah berhasil memukul mundur massa, ratusan polisi dan TNI yang mengawal eksekusi ditarik mundur. "Proses eksekusi dihentikan dulu. Kami tak ingin ada jatuh korban dan menunggu situasi kondusif," ujarnya. 

Dalam kejadian ini, polisi menangkap empat orang yang diduga provokator dan turut serta menyerang petugas. Keempatnya masih diperiksa intensif. "Hasil koordinasi dengan Wali Kota Batam, eksekusi ini ditunda dulu. Akan dilakukan pertemuan dan mediasi dalam menyelesaikan persolan ini," kata Helmy. 

Diberitakan sebelumnya, eksekusi di Bengkong Sadai, berujung ricuh. Ribuan warga yang bermukim di lahan yang dieksekusi PN Batam melawan. Mereka menyerang tim eksekusi dengan melemparkan batu, kayu, dan botol. 

Polisi yang mengawal eksekusi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Dalam kejadian ini, polisi menyita sekira 400 bom molotov dan senjata tajam.


(UWA)