Gempa 4,5 SR Guncang Padang

Yose Hendra    •    Jumat, 21 Oct 2016 15:40 WIB
gempa
Gempa 4,5 SR Guncang Padang
Ilustrasi sebaran pusat gempa. (FOTO: ANTARA/Kornelis Kaha)

Metrotvnews.com, Padang: Gempa bumi berkekuatan 4,5 skala Richter mengguncang wilayah barat Sumatra Barat seperti Padang dan Pariaman, Jumat 21 Oktober 2016.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa terjadi pukul 08.45 WIB. Episentrumnya berada di koordinat 1.83 LS dan 100.16 BT di kedalaman 10 kilometer.

Peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi dirasakan di daerah Padang dan Pariaman dalam skala intensitas II SIG-BMKG atau (II-III MMI).

Kepala Stasiun Geofisika Klas I Silaing, Padangpanjang, Rahmat Triyono, mengatakan gempa bumi tersebut bersifat tektonik dengan ayunan terasa di Padang dan Pariaman.

Menurutnya, ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif Mentawai.

Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu penyesaran mendatar. Mekanisme sumber ini relevan dengan kondisi sesar Mentawai yang memiliki pergerakan mendatar di kedalaman 10 kilometer di daerah itu.

Dia menjelaska sesar Mentawai merupakan sesar aktif yang berlokasi di laut sekitar kepulauan Mentawai berjarak sekitar 150 kilometer dari pantai barat Sumatera yang memanjang dari pulau-pulau Mentawai dari Selatan hingga ke Utara Nias. 

Historis gempa bumi merusak yang pernah terjadi pada sesar aktif mentawai yang berdekatan pada lokasi tersebut. Dalam catatan ada gempa bumi pada 13 September 2007 dengan kekuatan 7,7 SR yang menimbulkan kerusakan dan dirasakan di Padang, Painan, Pekanbaru, Sibolga dan Singkil sebesar IV MMI, kemudian Duri, Curup, Dumai, Jakarta, Pondok Aren, Singapura, Malaysia sebesar II-III MMI

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatra Barat Ade Edward mengatakan gempa tersebut merupakan sisa dari gempa-gempa yang sudah keluar di kawasan tersebut sebelumnya.

"Ada ribuan gempa yang keluar, sehingga sisa energinya tidak besar lagi," mantan Koordinator Pusdalops PB Sumbar ini.


(UWA)