Usai Membunuh Pelaku Gorok Leher Sendiri

Penumpang Mengamuk di Kapal, 2 Tewas 1 Luka Berat

Farida Noris    •    Rabu, 20 Dec 2017 15:46 WIB
pembunuhan
Penumpang Mengamuk di Kapal, 2 Tewas 1 Luka Berat
ilustrasi Metrotvnews.com

Medan: Pembunuhan terjadi di atas KM Wira Glory yang berlayar di Perairan Pulau Mursala, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut, Rabu 20 Desember 2017. Dua korban tewas seketika, satu orang kritis dan pelaku tewas karena menggorok lehernya sendiri.

Dua korban tewas yakni Peringatan Nduru, 25, warga Desa Botohili, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan, Anugerah Waozatullo Zebua selaku masinis kapal, 25, warga Kota Gunung Sitoli. Kedua korban mengalami luka gorokan di bagian leher.

Kemudian korban kritis mengalami luka sabetan di bagian leher yakni Odalige Harefa, 50, warga Desa Limba Barora Kecamatan Gunung Sitoli Utara. Sedangkan pelaku yakni Demajaatulo Laia, 56, warga Desa Ilihoru Dua Kecamatan Lahusa Kabupaten Nias Selatan.

"Saat itu, kapal tengah berada di perairan Pulau Mursala atau sekitar 25 mil dari Pelabuhan Pelindo Sibolga dini hari tadi. Kemudian, ada beberapa orang datang ke anjungan melaporkan ke Sertu Robert yang juga ada di kapal terkait pembunuhan itu," kata Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut MP Nainggolan.

Kemudian, Robert mendatangi TKP, persisnya di dek 1 bagian belakang KM Wira Glory. Robert melihat ada dua korban sudah tergeletak berlumuran darah. Saat itu, seorang pelaku masih memegang sebilah pisau dan tongkat besi di tangannya.

"Lalu Robert berusaha untuk membujuk dan menenangkan terduga pelaku agar meletakkan pisau dan besi tersebut. Namun tidak digubris malah balik menyerang Sertu Robert," kata Nainggolan. 

Karena situasi mengkhawatirkan, Sertu Robert memberi tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Namun pelaku tak menggubrisnya sehingga Robert menembak pelaku di bagian kaki, tangan dan badan pelaku. 

"Pada saat itu juga pelaku malah mengarahkan pisau ke lehernya sendiri sembari menggorok lehernya. Pelaku meninggal saat itu juga. Kemudian, Robert berserta penumpang mengamankan besi. Sedangkan pisau yang digunakan pelaku terjatuh ke laut," ujar Nainggolan.

Atas kejadian itu, KM Wira Glory yang mengangkut 700 orang penumpang itu kembali arah Pelabuhan Sibolga untuk bersandar. Kemudian, jenazah korban dan pelaku serta korban yang kritis dibawa ke RSU Dr Fl Tobing Kota Sibolga.

"Polisi telah mengolah TKP dan mengevakuasi korban. Kasusnya masih dalam penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi terkait apa sebenarnya motif pelaku. Kita juga koordinasi dengan instansi terkait untuk penyerahan jenazah kepada keluarga korban," tegasnya.


(ALB)