Dua Penyuap Bupati Batubara Divonis 2 Tahun Penjara

Farida Noris    •    Kamis, 08 Feb 2018 16:27 WIB
kasus suap
Dua Penyuap Bupati Batubara Divonis 2 Tahun Penjara
Syaiful Azhar, kontraktor penyuap Batubara nonaktif OK Arya Zulkarnain dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Batubara Helman. Foto: Medcom.id/Farida Noris

Medan: Majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan menjatuhkan vonis dua tahun penjara untuk Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar. Keduanya dinyatakan terbukti telah menyuap Bupati Batubara nonaktif OK Arya Zulkarnain dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Batubara Helman Herdady untuk mendapatkan proyek pengerjaan infrastruktur di Kabupaten Batubara.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut sebagaimana dalam dakwaan Primair," ucap Ketua Majelis Hakim Wahyu Prasetyo Wibowo di Pengadilan Tipikor Medan, Sumatera Utara, Kamis, 8 Februari 2018.

Syaiful Azhar juga dipidana denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan. Sedangkan Maringan Situmorang didenda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Maringan terbukti melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan terdakwa Syaiful Azhar terbukti melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b UU Pemberantasan Tipikor.


Maringan Situmorang, Batubara nonaktif OK Arya Zulkarnain dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Batubara Helman. Foto: Medcom.id/Farida Noris

Vonis hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa KPK berupa pidana penjara 3 tahun disertai denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan. Jaksa Penuntut memakai waktu 7 hari untuk menimbang putusan hakim.

(Baca:
KPK Tahan Bupati Batubara)

Dalam dakwaan Syaiful Azhar menyuap OK Arya Zulkarnaen sebesar Rp400 juta. Uang itu diserahkan melalui Helman Herdady. Uang tersebut untuk mendapatkan proyek betonisasi Jalan Kecamatan Talawi dengan anggaran Rp 3,2 miliar.

Maringan memberikan uang suap sebesar Rp4,4 miliar kepada OK Arya yang dititipkan kepada Sujendi Tarsono alias Ayen, Pemilik 'Showroom Ada Jadi Mobil' yang merupakan orang kepercayaan OK Arya.

(Baca:
Bupati Batubara Timbun Uang Suap di Bos Dealer Mobil)

Maringan memeroleh dua proyek, yakni pembangunan Jembatan Sei Magung Kecamatan Medang Deras dengan anggaran Rp12 miliar dan proyek pembangunan Jembatan Sentang di Perbatasan Kelurahan Labuhan Ruku menuju Desa Sentang dengan anggaran Rp32 miliar yang dikerjakan terdakwa sebagai kontraktornya.

Kedua terdakwa dengan Bupati Batubara Ok Arya telah ada komitmen berkewajiban memberikan fee 10 persen dari proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara yang mereka kerjakan.

Dalam kasus ini, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar sebagai pemberi suap ditangkap tim KPK dalam operasi tangkap tangan pada 14 September 2017. KPK juga menangkap tiga orang lainnya yakni OK Arya Zulkarnain, Sujendi Tarsonoswasta dan Helman Herdady Kepala Dinas PUPR Pemkab Batubara sebagai penerima suap. 



(SUR)