PT Medan Perkuat Hukuman Mati Empat Terdakwa Pemilik 270 Sabu

Farida Noris    •    Kamis, 22 Sep 2016 13:08 WIB
narkoba
PT Medan Perkuat Hukuman Mati Empat Terdakwa Pemilik 270 Sabu
Empat terdakwa kepemilikan 270 kg sabu saat mendengar putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi Medan, Sumatera Utara (Foto: MTVN/Farida Noris)

Metrotvnews.com, Medan: Majelis hakim Pengadilan Tinggi Medan, Sumatera Utara, menguatkan putusan hukuman mati yang sebelumnya dijatuhkan Pengadilan Negeri Medan terhadap empat terdakwa kasus kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu seberat 270 kilogram. 

Empat terdakwa yakni Ayau, 40, warga Bengkalis, Riau; Daud alias Athiam, 47, warga Bengkalis; pengusaha jasa pengiriman, Lukmansyah bin Nasrul, 36, warga Dumai Kota, Riau; petugas keamanan dan Jimmi Syahputra bin Rusli, 27, warga Pancur Batu, Deliserdang, Sumatera Utara.

Berdasarkan putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi Medan Nomor 396/PID.SUS/2016/PT-MDN, majelis hakim yang diketuai Bantu Ginting dan hakim anggota Sabar Tarigan Sibero dan Dharma E Damanik menyatakan menguatkan putusan sebelumnya dalam amar putusannya yang dikutip dari situs putusan.mahkamahagung.go.id.

"Saya selaku ketua majelis hakim untuk sidang Daud alias Athiam (sudah memutuskan). Sidang untuk tiga (terdakwa) lainnya saya bertindak sebagai hakim anggota. Ada empat berkas untuk sidang itu," kata Humas Pengadilan Tinggi Medan Bantu Ginting, Rabu (21/9/2016).

Baca: Empat Penyelundup 270 Kg Sabu Divonis Mati

Pada Rabu 22 Juni 2016, majelis hakim Pengadilan Negeri Medan yang diketuai Asmar menjatuhkan hukuman mati terhadap empat terdakwa kasus kepemilikan dan peredaran sabu seberat 270 kg. Kasus itu dibongkar Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam penulusuran di Kota Dumai dan Medan. Empat terdakwa terbukti mengatur penyeludupan sabu seberat 270 kg yang dipasok dari Tiongkok.

Empat terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 


(TTD)