Dua Lokasi Pembuat Sabu di Medan Digerebek

Budi Warsito    •    Senin, 05 Sep 2016 22:26 WIB
narkoba
Dua Lokasi Pembuat Sabu di Medan Digerebek
Empat tersangka pembuat sabu dan sejumlah barang bukti (Foto: MTVN/Budi Warsito)

Metrotvnews.com, Medan: ‎Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara membongkar aktivitas industri rumah tangga yang membuat narkotika jenis sabu di Medan. Penggerebekan dilakukan penyidik Polda Sumut di dua lokasi berbeda yakni di Jalan Pukat Banting I, kompleks Rahayu Mas, Kelurahan Banten, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, dan Jalan PWS, Kelurahan Petisah, Kecamatan Medan Petisah, Medan.

‎"Kami melakukan penggerebekan setelah mendapat informasi dari masyarakat yang mengaku ada pembuatan narkoba jenis sabu. Kemudian kami lakukan penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Rina Sari Ginting di Markas Polda Sumatera Utara, Senin (5/9/2016).

Petugas menyita sejumlah barang bukti berupa peralatan dan bahan baku sabu. Empat orang tersangka dibekuk dalam penggerebekan itu. Mereka adalah Antoni alias Asen; Danny Tong alias AFU, 51, warga Jalan Waringin, Kecamatan Medan Tembung; Jhonni alias Aching, 35, warga Jalan PWS; dan Ega Halim, 45, warga Jalan Sutomo, Medan.

"Pengakuan tersangka, mereka baru melakukan aksinya sepekan. Kami masih melakukan pengembangan terkait kasus ini," ujar dia.

Petugas juga menyita barang bukti dari tangan tersangka yakni satu bungkus sabu seberat 0,2 gram, dua butir pil ekstasi, cairan kekuningan dari proses pembuatan sabu, 4 jeriken cairan methanol, cairan putih, 1 jeriken sisa methanol, 1 botol air mineral berisi cairan putih, 1 jeriken adonan yang telah dicampur epidrin, 1 ember adonan yang telah dicampur epidrin, pipa paralon, panci penyaring epidrin, 16 bungkus bekas serbuk putih, 40 mangkuk penampung hasil olahan tepung epidrin, kompor elektrik, timbangan, kaca laboratorium, tongkat pengaduk. Selain itu, sabu-sabu dalam bungkus plastik bening, bong atau alat isap, kaca pirex, korek api gas, sedotan, dan toples plastik.

"Atas perbuatanya, ‎para pelaku dijerat Pasal 113 Ayat (2) subs Pasal 112 Ayat (2) subs Pasal 129 huruf a dan b juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara," kata Rina.


(TTD)