Pendirian Pesantren Anak Teroris Sempat Ditolak

Farida Noris    •    Minggu, 04 Sep 2016 17:12 WIB
pesantren
Pendirian Pesantren Anak Teroris Sempat Ditolak
Pondok Pesantren Darusy Syifaa yang terletak di Dusun IV, Desa Sei Mencirim, Kutalimbaru, Deliserdang, Sumatera Utara. (Metrotvnews.com/Farida Noris)

Metrotvnews.com, Medan: Upaya Khoirul Ghazali alias Abu Ahmad Yasin, 50, mendirikan Pesantren Darusy Syifaa yang terletak di Dusun IV, Desa Sei Mencirim, Kutalimbaru, Deliserdang, Sumatera Utara, sempat mendapat penolakan. Mantan narapidana teroris ini dicurigai berupaya menyebarkan paham radikal dengan mengasuh anak-anak teroris.

"Awal pendirian pesantren memang banyak penolakan dari warga sekitar. Ada fitnah, mungkin karena mereka tahu saya mantan napi kasus terorisme, makanya warga khawatir dengan keberadaan pesantren ini," ucap Ghazali mengingat awal pendirian pesantren, Minggu (4/9/2016).

Bahkan, spanduk yang dipasang Ghazali di depan lahan pesantren diturunkan warga. Mereka menginjak dan membakar spanduk itu. Aksi penolakan itu terus berlanjut hingga akhirnya para petinggi aparat hukum turun ke lokasi dengan mensosialisasikan bahwa pesantren ini merupakan pusat rehabilitasi dan deradikalisasi.

"Warga curiga saya menebarkan paham radikal. Ada dua kali spanduk yang sudah dipasang ditumbangkan dan dibakar. Setelah banyak aparat penegak hukum datang, akhirnya warga percaya. Setelah itu semuanya lancar," jelas Ghazali.

Ghazali mengaku awalnya membangun Pesantren Darusy Syifaa dengan dana seadanya. Kebulatan tekad Ghazali untuk menampung anak-anak bekas teroris membuahkan hasil. Belum setahun berdiri, pesantren ini mendapat bantuan dana dari banyak donatur.

"Tanah ini sebenarnya punya pribadi saya. Modal pertama saya mendirikan pesantren hanya Rp20 juta," katanya.



Duit itu dia dapatkan dari royalti buku yang ia tulis. Selain itu Ghazali juga sering diundang jadi narasumber di acara seminar. "Uang itu saya sisihkan untuk membiayai pesantren ini. Setelah itu banyak bantuan yang berdatangan," urainya.

Bahkan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (9 Oktober 2014-16 Maret 2016) Saut Usman Nasution langsung meletakkan batu pertama pembangunan Pesantren Darusy Syifaa pada 16 Januari 2016. Acara itu dihadiri sejumlah pejabat.

Tak hanya itu, pembangunan pesantren ini juga mendapat perhatian Gubernur Sumut T Erry Nuradi. Erry menjanjikan bantuan lahan seluas 30 hektare dari eks-HGU PTPN 2 untuk perluasan pesantren.

"BNPT juga membangunkan masjid untuk pesantren ini. Proyek pembangunan masjid rencananya selesai dalam waktu dua bulan. Jadi peletakan batu pertama masjid rencananya akan dilakukan langsung Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius pada 7 September 2016 mendatang," pungkasnya.


(SAN)