Mantan Calon Wali Kota Pematangsiantar Jadi Tersangka Kasus Penipuan

Budi Warsito    •    Kamis, 29 Sep 2016 14:00 WIB
penipuan
Mantan Calon Wali Kota Pematangsiantar Jadi Tersangka Kasus Penipuan
Ilustrasi--Penipuan

Metrotvnews.com, Medan: Penyidik Sub Direktorat II Harta Benda Bangunan dan Tanah Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara menetapkan mantan calon Wali Kota Pematangsiantar Suryani Siahaan sebagai tersangka. Suryani jadi tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp607 juta yang dilaporkan mantan Bupati Simalungun Zulkarnaen Damanik.

"Sudah kami tetapkan sebagai tersangka setelah sebelumnya dilakukan gelar perkara," kata Kasubdit II Ditreskrimum Polda Sumatera Utara AKBP Frido Situmorang, Kamis (29/9/2016).

Polda Sumatera Utara pun melayangkan surat panggilan pada Suryani untuk diperiksa sebagai tersangka pada Jumat 30 September 2016. Namun, Frido belum dapat memastikan Suryani langsung ditahan atau tidak. Sebab penahanan tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan dan pertimbangan penyidik.

Dalam gelar perkara pada Jumat 16 September 2016, Suryani mengakui meminjam uang pada Zulkarnaen. Ia berjanji akan mengembalikan pada 15 Mei 2015 namun belum terlaksana.

Zulkarnaen pun melaporkan Suryani Siahaan ke Polda Sumatera Utara dengan bukti laporan Nomor STTLP/709/V/2016/SPKT I Poldasu, pada 23 Mei 2016. Suryani dilaporkan atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp607 juta.

Menurut pelapor, Suryani Siahaan meminjam uang sebesar Rp607 juta untuk biaya Pilkada saat proses pencalonan Wali Kota Pematangsiantar periode 2015-2020. Namun, saat jatuh tempo, Suryani membayar utangnya dengan cek yang ketika dicairkan ternyata kosong.

"Bukti penyetoran ada sama saya. Itulah dasar saya mengadukan Suryani dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan," kata Zulkarnaen.

Dia berharap, Polda Sumut segera menahan Suryani Siahaan. Sebab, terlapor dinilai kurang kooperatif selama proses penyelidikan.

Surayni dijerat Pasal 372 juncto 378 KUHPidana terkait penggelapan dan penipuan. Ia terancam hukuman penjara lima tahun atau lebih.


(TTD)