Pengusaha Minyak Sekaligus Bandar Narkoba Dibekuk

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 26 Aug 2016 21:40 WIB
narkoba
Pengusaha Minyak Sekaligus Bandar Narkoba Dibekuk
Enam tersangka kasus narkoba dibekuk petugas BNNP Kepulauan Riau (Foto: MTVN/Anwar Sadat)

Metrotvnews.com, Batam: Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau menangkap pasangan suami istri AJ, 40, dan YS, 28, atas kasus kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu seberat 4,2 kilogram. Kedua pelaku diduga bagian dari sindikat narkoba internasional.

Kepala BNNP Kepulauan Riau Benny Setiawan mengatakan, penangkapan pasutri itu merupakan hasil pengembangan kasus narkotika yang melibatkan 4 kurir sabu di Batam, pada 28 Juli 2016. Dua kurir narkoba yang ditangkap yakni DA dan MI mengaku disuruh YS dan AJ untuk mengambil sabu dari tersangka RA. Sabu itu dibawa ke Palembang untuk diserahkan ke AJ.

"AJ ini adalah seorang pengusaha minyak. Dia yang selama ini mendanai pembelian dan pemesanan narkoba ke Malaysia. Sedangkan istrinya, YS adalah pengendali pengiriman sabu dari Batam ke Palembang," kata Benny Setiawan kepada wartawan di Markas BNNP Kepulauan Riau, Jumat (26/8/2016).

Benny menuturkan, penyidik BNNP lebih dulu membekuk istrinya di sebuah rumah mewah di Perumahan Royal Grande, Batam Centre, 18 Agustus 2016. Hasil pengembangan, pihaknya menangkap AJ di rumahnya di daerah Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan.

"Dia mempercayakan kepada istrinya untuk mengendalikan pemesanan dan pengiriman sabu ke Palembang. Sebulan, AJ bisa memesan 4 hingga 5 kg sabu kepada seorang kurir di Malaysia," ujar dia.

Hasil penyelidikan, pengusaha minyak itu sudah dua tahun menjalankan bisnis narkoba di Palembang. BNNP Kepri terus berkoordinasi dengan BNNP Sumsel untuk mengungkap jaringan AJ di Palembang dan sekitarnya.

"Kami menjerat tersangka YS dengan Pasal 132 Undang Undang Narkotika. Sedangkan tersangka AJ dikenakan Pasal 113 Undang Undang Narkotika. Dia berperan sebagai penyandang dana dalam kasus ini," kata dia.


(TTD)