Realisasi Pajak Kendaraan Sumsel Terus Merosot

Alwi Alim    •    Kamis, 14 Sep 2017 15:33 WIB
pajak kendaraan
Realisasi Pajak Kendaraan Sumsel Terus Merosot
Pojok Samsat Online di Sumatera Selatan. Foto: MTVN/Alwi Alim

Metrotvnews.com, Palembang: Penerapan Satuan Manunggal Satu Atap (Samsat) Online di Sumatera Selatan saat ini masih belum optimal. Realisasi pajak kendaraan bermotor (PKB) justru merosot sejak Samsat online diterapkan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel, Marwan Fansuri, tak mengelak bila realisasi PKB merosot dari tahun ke tahun. "Sejauh ini memang Samsat online belum optimal," katanya saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis, 14 September 2017.

Namun menurutnya, pendapatan dari pajak justru meningkat bila dilihat dari nilai yang masuk. Sebelum diterapkannya Samsat Online, realisasi PKB 2015 tahun sebesar Rp785 miliar, 101 persen dari target.

Ketika diterapkannya Samsat online pada 2016, realisasi menurun menjadi 82 persen dari target, atau sebesar Rp847 miliar. Sedangkan realisasi PKB hingga September 2017 baru 52 persen, atau sekitar Rp575 miliar dari target sebesar Rp1,09 triliun.


Warga mengurus pajak kendaraan di Samsat Keliling. Foto: MTVN/Alwi Alim

Alasan realisasi merosot

Ada beberapa alasan hal ini bisa terjadi. Pertama, kenaikan target realisasi tahunan PKB. Selain itu, target tak tercapai karena masih rendahnya kesadaran masyarakat. Alasan lain, Samsat Online masih belum optimal.

"Karena baru bekerjasama dengan satu bank sehingga pembayaran hanya bisa dilakukan di bank tertentu saja," kata Marwan.

Samsat Online saat ini baru bisa dilakukan di dua cabang Bank Sumsel Babel. Pembayaran pajak yang dilayani juga hanya pajak tahunan. Pajak lima tahunan tetap harus diurus di Kantor Samsat masing-masing.

Marwan mengakui, Samsat Online seharusnya mempermudah para Wajib Pajak (WP) dalam membayar pajak kendaraan. Pembayaran pajak tahunan bahkan bisa selesai dalam lima menit jika persyarakatan lengkap.


Petugas Samsat Online menginput data wajib pajak. Foto: MTVN/Alwi Alim

Meningkatkan kinerja

Meski demikian, Pemda Sumsel akan meningkatkan kinerja samsat online ini dengan menggandeng beberapa bank lainnya di Sumsel. Selain itu, sejumlah inovasi akan dijalankan.

Salah satunya menyiapkan 20 Samsat keliling (Samling) online untuk jemput bola ke desa dan kecamatan di 17 Kabupaten/Kota. Selain itu, Pemprov akan bekerja sama dengan kepala desa setempat untuk membuat Samsat Desa.

Saat ini Samsat Desa Banyuasin sudah beroperasi. Sebentar lagi Samsat Desa Musi Rawas di Tugu Mulyo juga bakal dioperasikan.

"Kami optimis capaian realisasi ini akan mencapai target karena masih ada waktu  sisa sebanyak 3,5 bulan lagi," pungkasnya.


(SUR)