Sungai di Lereng Sinabung Mengering

Farida Noris    •    Senin, 07 Aug 2017 17:42 WIB
gunung sinabung
Sungai di Lereng Sinabung Mengering
Beberapa pelajar berada di atas bus saat melintasi jalan yang tertutup debu erupsi Gunung Sinabung, 3 Agustus 2017, Ant - Tibta Peranginangin

Metrotvnews.com, Medan: Gunung Sinabung masih bererupsi hingga Senin 7 Agustus 2017. Abu vulkanik dari letusan gunung mengakibatkan Sungai Lau Borus di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengering.

Sungai berlokasi di lereng gunung. Sungai Lau Borus terkena dampak dari letusan Sinabung.

"Sungainya kering, karena pengaruh abu vulkanik. Apalagi belakangan ini terus erupsi sehingga menyebabkan Sungai Lau Borus terdampak," kata Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo Natanail Peranginangin.

Natanail mengatakan Sungai Lau Borus mengering dalam sepekan terakhir. Padahal aliran sungai dimanfaatkan oleh warga setempat.

Biasanya, kata Nataniel, warga dari tiga desa mengambil air dari sungai tersebut saat kemarau. Warga memanfaatkannya untuk irigasi.

"Tapi yang baru melapor ke kita (soal sungai mengering) baru warga dari Desa Payung," ungkap Nataniel.

Nataniel mengatakan masih berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten mengatasi kekeringan. Sebab, abu vulkanik masih tebal dan mengganggu aktivitas warga.

Menurut Nataniel, arah angin ke Berastagi. Sehingga abu vulkanik tertium pe Berastagi. Sekolah, rumah, dan jalan raya pun dihujani abu vulkanik.

"Penanggulangan sementara, kami lakukan penyiraman di beberapa titik keramaian. Jika abu vulkanik masih tebal, maka sejumlah sekolah bakal diliburkan," ucapnya.

Sungai Lau Borus kerap dimanfaatkan warga untuk bertani. Namun belakangan dua genangan air mirip danau seluas masing-masing 5 hektar dan 7 hektar terbentuk di hulu Sungai Lau Borus berkisar 3 Kilometer dari Kawah Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. 

Danau itu terbentuk setelah material vulkanis membendung aliran Sungai Lau Borus. Badan Sungai Lau Borus terbendung sejak Minggu 9 April 2017. Saat itu, kubah lava bervolume 1,9 juta meter kubik runtuh sebagai awan panas guguran. Sungai itu terbendung, lalu sebagian meluap dan membentuk genangan mirip danau. Di dasar danau diduga terdapat banyak material vulkanis berupa batu.


(RRN)