20 Hektare Lahan di Pasaman Barat Terbakar

   •    Selasa, 01 Aug 2017 17:38 WIB
kebakaran lahan dan hutan
20 Hektare Lahan di Pasaman Barat Terbakar
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Simpang Empat: Sekitar 20 hektare lahan kelapa sawit di Nagari Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat sejak Senin 31 Juli terbakar. Hingga Selasa 1 Agustus, api belum kunjung padam.

"Kebakaran terjadi sejak kemarin. Tidak ada korban jiwa dan petugas pemadam kebakaran bersama instansi terkait masih berupaya memadamkan api," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Try Wahluyo di Simpang Empat, Selasa.

Ia mengatakan penyebab kebakaran hingga saat ini belum diketahui. Pihaknya fokus memadamkan api karena takut semakin meluas.

"Kebakaran lahan kelapa sawit ini merupakan kedua kalinya dalam waktu berdekatan. Sebelumnya sekitar 40 hektare lahan kelapa sawit terbakar di Jorong Ranah Salido, Nagari Ujung Gading," ujarnya.

Ia mengatakan tim BPBD kesulitan memadamkan api menggunakan pompa air sebab, untuk memperoleh air di lokasi kebakaran sangat sulit karena sungai di dekat itu kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan.

Petugas pemadam kebakaran tidak bisa melakukan pemadaman dengan mobil damkar.

"Kita sudah turunkan tim beserta pompa air sebanyak tujuh unit, namun api belum juga padam. Kita hanya bisa manual dengan mendatangan titik api dan pihak lain juga melakukan penggalian batas atau pembuatan parit agar api tidak meluas," jelasnya.

Pihaknya bersama perusahaan PT Agrowiratama, TNI dan Polri terus berupaya memadamkan api. Salah satunya adalah dengan membuat parit berupa lobang besar agar api tidak meluas.

"Saat ini alat berat sedang bekerja membuat parit di sekiling lokasi kebakaran. Mudah-mudahan api cepat padam," katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terkait musim kemarau saat ini sebab, rumah dan lahan perkebunan disaat kekeringan sangat mudah terbakar.

"Jangan membakar sampah sembarangan, apalagi membersihkan lahan dengan membakar. Saat ini musim kemarau sehingga rawan terbakar," katanya. (Antara)


(ALB)