Rumah Produksi Sabu di Medan Dikendalikan Napi Tanjung Gusta

Budi Warsito    •    Selasa, 06 Sep 2016 14:59 WIB
narkoba
Rumah Produksi Sabu di Medan Dikendalikan Napi Tanjung Gusta
Empat tersangka pembuat sabu dan sejumlah barang bukti (Foto: MTVN/Budi Warsito)

Metrotvnews.com, Medan: ‎Produksi narkotika jenis sabu-sabu di dua rumah di Medan, Sumatera Utara, yang digerebek anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara, dikendalikan seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta. Hal itu terungkap berdasarkan keterangan tiga dari empat tersangka yang ditangkap Senin 5 September kemarin.

"Yang di Lapas (Tanjung Gusta, Medan) Ega Halim, 45. Dia adalah otak pelaku yang kendalikan itu (produksi sabu) dari Lapas. Tiga orang rekannya kami tangkap di rumahnya sedang melakukan aktivitas home industry (sabu). Ketiganya warga Medan," kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Rina Sari Ginting di Markas Polda Sumatera Utara, Senin (5/9/2016).

Tiga tersangka yang ditangkap bersama Ega Halim yakni Antoni alias Asen; Danny Tong alias AFU, 51, warga Jalan Waringin, Kecamatan Medan Tembung; dan Jhonni alias Aching, 35, warga Jalan PWS.

Ega Halim merupakan narapidana kasus narkoba. Ega diduga memesan bahan baku sabu dari Bandung, Jawa Barat, melalui internet. Aktivitas itu ia lakukan dari balik jeruji besi.

Bahan-bahan tersebut diminta oleh Ega untuk dikirim ke kediaman Antoni. Ega juga berkomunikasi dengan Jhonni yang seterusnya menghubungi Danny dan Antoni. Mereka pun mengolah bahan-bahan tersebut dirumah Antoni.

"Untuk pemodal masih pendalaman. Sudah ada beberapa botol (hasil produksi) yang dikirim pada tersangka H," ujar Rina.

Kepada penyidik, tersangka mengaku baru pertama kali memproduksi sabu. Berdasarkan penyidikan, para tersangka itu diketahui sangat memahami proses produksi narkotika itu.

"Belum sempat menyebar. Baru sepekan beroperasi, itu dari pengakuan mereka," ujar dia.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara membongkar aktivitas industri rumah tangga yang membuat narkotika jenis sabu di Medan. Penggerebekan dilakukan penyidik Polda Sumut di dua lokasi berbeda yakni di Jalan Pukat Banting I, kompleks Rahayu Mas, Kelurahan Banten, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, dan Jalan PWS, Kelurahan Petisah, Kecamatan Medan Petisah, Medan.

Petugas menyita barang bukti dari tangan tersangka yakni satu bungkus sabu seberat 0,2 gram, dua butir pil ekstasi, cairan kekuningan dari proses pembuatan sabu, 4 jeriken cairan methanol, cairan putih, 1 jeriken sisa methanol, 1 botol air mineral berisi cairan putih, 1 jeriken adonan yang telah dicampur epidrin, 1 ember adonan yang telah dicampur epidrin, pipa paralon, panci penyaring epidrin, 16 bungkus bekas serbuk putih, 40 mangkuk penampung hasil olahan tepung epidrin, kompor elektrik, timbangan, kaca laboratorium, tongkat pengaduk. Selain itu, sabu-sabu dalam bungkus plastik bening, bong atau alat isap, kaca pirex, korek api gas, sedotan, dan toples plastik.

"Atas perbuatanya, ‎para pelaku dijerat Pasal 113 Ayat (2) subs Pasal 112 Ayat (2) subs Pasal 129 huruf a dan b juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara," kata Rina.

 


(TTD)