Trimedya: Ini Sinyal dari Teroris

Farida Noris    •    Minggu, 28 Aug 2016 21:08 WIB
bom bunuh diri
Trimedya: Ini Sinyal dari Teroris
Anggota Brimob Polri melakukan penjagaan di halaman Gereja Katolik Stasi Santo Yosep. (ANT/Irsan Mulyadi)

Metrotvnews.com, Medan: Penyerangan Gereja Santo Yosep Jalan Dr Mansyur, Medan, yang dilakukan IAH,17, menunjukkan bahwa aksi teror masih ada. Peristiwa ini harusnya menjadi pelajaran bagi TNI-Polri, bahwa pelaku teror masih berkeliaran dan terus berkembang.

"Ini sinyal dari teroris, bahwa mereka masih ada. Mereka menyampaikan pesan hilang satu tumbuh seribu," kata Trimedya Panjaitan, Anggota Komisi III DPR RI, Minggu (28/8/2016) saat datang ke Mapolresta Medan.

Komisi III DPR RI mengutuk keras tindakan penyerangan itu. Selain itu, pihaknya meminta Polri agar cepat menangani kasus penyerangan itu.

"Kita mengutuk keras aksi ini. Saya janjian dengan Kapolresta mau datang ke mari. Kita minta Polri cepat menangani peristiwa ini. Dan memberi penjelasan apakah bom yang digunakan berdaya ledak tinggi atau tidak," tegasnya.

Menurut Trimedya saat peristiwa terjadi, jamaat Gereja Santa Yosep berjumlah sedikitnya 400 orang. Karena itu Komisi III DPR RI ingin mempertanyakan sejauh mana penanganan kasus itu.

"Kita sudah datangi gereja. Kalau bom itu berdaya ledak tinggi, maka korban bisa ratusan. Kita ingin tanya pada Polresta Medan apa saja langkah yang sudah dilakukan dan sejauh mana pengembangan penyelidikan peristiwa ini.

Seperti diberitakan, IAH diamankan di Gereja Sant0 Yosep, pada Minggu pagi. Dia diduga ingin meledakkan bom yang dibawanya. Pemuda ini diringkus jemaat saat menyerang pastur dengan pisau. 


(LDS)