KPAID Sumatera Utara Akan Dampingi Peneror Rumah Ibadah

Budi Warsito    •    Rabu, 31 Aug 2016 12:44 WIB
bom bunuh diri
KPAID Sumatera Utara Akan Dampingi Peneror Rumah Ibadah
Pelaku percobaan bom bunuh diri, IAH, tengah diinterogasi. (Foto: dok/Polresta Medan)

Metrotvnews.com, Medan: Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah Sumatera Utara akan mendampingi IAH, 17, pelaku penyerangan rumah ibadah Santo Yosep, Medan. Hal ini dilakukan sebab pelaku masih di bawah usia. 

"Usia IAH 17 tahun, 10 bulan. Bulan Oktober nanti baru usianya genap 18 tahun. Apa pun ceritanya, pelaku ini anak di bawah umur," kata Ketua Pokja Pengaduan dan Fasilitasi Pelayanan KPAID Sumatera Utara Muslim Harahap, Rabu (31/8/2016). 

Muslim berharap ada upaya hukum khusus terhadap IAH mengingat pelaku masih dalam batas bawah usia anak. Hal itu berdasarkan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

"Makanya akan kami dampingi berkordinasi dengan Polresta Medan dan keluarga IAH. Untuk keluarga sudah saya telepon. Di Polresta Medan belum ada koordinasi. Kami hargai dulu proses penyidikan sementara ini. Baru kami masuk untuk melakukan pendampingan," ujar dia.

IAH ditangkap usai menebar teror bom dan berupaya menyerang pemuka agama di Gereja Santo Yosep, Medan, Sumatera Utara, pada Minggu pagi 28 Agustus. Dia diduga ingin meledakkan bom yang dibawanya. Pemuda ini diringkus jemaat saat menyerang Pastor Albret S Pandiangan dengan pisau. 

Polresta Medan telah menetapkan IAH sebagai tersangka kasus percobaan peledakan bom rakitan di Gereja Santo Yosep. IAH dijerat Undang Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme dan Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak. 

Selain itu, IAH juga dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan.


(TTD)