Mantan Bupati Ogan Ilir Divonis Rehabilitasi

Antara    •    Selasa, 13 Sep 2016 15:27 WIB
narkoba
Mantan Bupati Ogan Ilir Divonis Rehabilitasi
Sidang agenda pembacaan tuntutan mantan Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir Nofiadi di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (8/9). (Media Indonesia/Dwi Apriani)

Metrotvnews.com, Palembang: Mantan Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Nofiadi, 28, divonis rehabilitasi ketergantungan narkotika selama enam bulan di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang. Vonis ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

"Memutuskan, menetapkan terdakwa AW Nofiadi alias Ofi divonis untuk melakukan rehabilitasi pengobatan atau perawatan terhadap pengguna narkoba selama enam bulan," kata ketua majelis hakim Ahmad Ardianda, di Pengadilan Negeri Palembang, Sumatera Selatan, dikutip Antara, Selasa, (13/9/2016).  

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim sama dengan tuntutan sekunder JPU yang diketuai Ursula Dewi. Yakni, Pasal 127 ayat 1 huruf a UU 35/2009 tentang Narkotika.

Baca: Bupati Nonaktif Ogan Ilir Akui Pemakai Narkotika

Hakim menerangkan, masa rehabilitasi ini sebagai masa hukuman dan barang bukti dirampas untuk dimusnahkan negara. Terdakwa menyatakan menerima atau tidak melakukan upaya banding.

Putusan yang sama juga diberikan kepada dua teman Ofi yang juga ditangkap petugas BNN, yakni Murdani dan Faizal Roche.


Mantan Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Nofiadi. (Media Indonesia/Galih Pradipta)

Langsung bebas

"Sebagai WNI yang taat hukum, apa yang diputuskan hakim akan saya jalani. Saya juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran masyarakat di persidangan. Apa yang terjadi ini menjadi pelajaran untuk saya dan memohon masyarakat terus mendoakan," kata Ofi usai sidang.

Jika merujuk vonis hakim, artinya Ofi langsung menghirup udara bebas pada hari ini. Sebab, dia sudah menjalani rehabilitasi selama 180 hari.

Ofi ditangkap saat petugas Badan Narkotika Nasional menggerebek kediaman orangtuanya,
Mawardi Yahya, di Jalan Musyawarah, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang, pada 13 Maret 2016.

Petugas mencurigai ada pesta narkoba di rumah mantan Bupati Ogan Ilir itu. Dalam penggerebekan, petugas BNN menangkap 18 orang. Lima di antaranya positif mengandung zat terlarang berdasarkan tes urine.

Ofi merupakan salah satu dari lima orang yang dinyatakan positif. Bupati termuda dalam Pilkada Sumsel 2014 ini telah menjalani rehabilitasi sejak 18 Maret 2016.



Dalam persidangan, Ofi mengakui bahwa dirinya memakai narkoba sejak Sekolah Menengah Atas.

Dalam kasus ini, JPU Ursula Dewi dalam surat dakwaan menjerat terdakwa dengan Pasal 112 ayat (1) dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara, dan dakwaan sekunder Pasal 127 ayat (1) huruf a UU 35/2009 dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.


(SAN)