Tanggapan Menteri LHK Terkait Penyanderaan di Rohul

   •    Minggu, 04 Sep 2016 12:45 WIB
kebakaran hutan
Tanggapan Menteri LHK Terkait Penyanderaan di Rohul
Hamparan lahan setelah terbakar tampak dari kamera drone tim Ditjen Gakum Kementerian Lingkungan Hidup. (Metrotvnews.com/dok. Ditjen Gakkum KLHK)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penegakan hukum yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mendapat perlawanan dari terduga pelaku kebakaran hutan lahan dan perambah kawasan hutan. Tujuh pegawai KLHK, terdiri dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan Polisi Kehutanan (Polhut) disandera di Rokan Hulu, Provinsi Riau.

Menteri LHK Siti Nurbaya menyayangkan kejadian penyanderaan tersebut. Ditegaskannya, tim KLHK memiliki otoritas sesuai undang-undang untuk melakukan penyelidikan di lokasi Karhutla.

''Apalagi ditemukan bukti lapangan bahwa ada ribuan hektar sawit terbakar di hutan produksi yang belum dilepas izinnya atau dengan kata lain, kebun sawit di areal tersebut ilegal,'' jelas Menteri Siti melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (4/9/2016).


Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar membuka acara peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2015 dengan melepas satwa liar ke alam di Taman Nasional Ujung Kulon,Banten, Sabtu (8/8/2015). (Media Indonesia/M Irfan)

''Diduga kuat aktivitas ilegal ini difasilitasi pihak perusahaan dengan mengatasnamakan masyarakat melalui kelompok tani,'' tambahnya.

Penyanderaan diduga dilakukan segerombolan massa yang diindikasi kuat dikerahkan oleh perseroan terbatas berinisial APSL pada Jumat (2/9/2016). Saat itu penyidik KLHK selesai menyegel kawasan hutan atau lahan yang terbakar yang berada dalam penguasaan PT APSL.

Tim KLHK awalnya turun ke lokasi, guna menindaklanjuti arahan Menteri LHK untuk menyelidiki penyebab meluasnya titik api di Riau beberapa waktu lalu yang telah mengganggu masyarakat. Sekaligus menyelidiki laporan mengenai masyarakat yang dikabarkan mengungsi karena asap.

Dari penginderaan satelit, terlihat sumber titik api penyebab asap sampai ke daerah lainnya di Riau itu, salah satunya berasal dari kawasan yang dikuasai oleh perusahaan tersebut.

''Sejak titik api meluas, saya menegaskan untuk dilakukan penyelidikan di areal yang terbakar. Maka tim dipimpin langsung Dirjen Gakkum KLHK, turun ke lokasi di Riau,'' ujar Siti Nurbaya.


(SAN)