Limpahan Air dari Perumahan Picu Banjir di Sekolah

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 16 Nov 2017 15:43 WIB
banjir
Limpahan Air dari Perumahan Picu Banjir di Sekolah
Intensitas hujan yang meninggi di Batam beberapa hari terakhir mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Batam bekerja ekstra mengantisipasi banjir.

Batam: Intensitas hujan yang meninggi di Batam beberapa hari terakhir mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Batam bekerja ekstra mengantisipasi banjir. Tidak hanya di pemukiman warga tetapi juga di sekolah. 

Salah satu sekolah yang sering dilanda banjir adalah SMP Negeri 28, Kota Batam, Provinsi Kepri. Pemko Batam berupaya mencari berbagai cara untuk mengatasi banjir sekolah tersebut. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin, mengatakan, pihaknya akan memanggil developer yang membangun perumahan di sekitar SMPN 28 Batam. 

"Setelah diperhatikan, drainase perumahan terhubung langsung ke drainase depan sekolah. Ketika hujan, limpahan air dari perumahan seluruhnya tumpah ke drainase sekolah sehingga air meluap dan masuk ke sekolah," ungkap Muslim kepada Metrotvnews.com, Kamis, 16 November 2017. 

Pihaknya akan meminta developer agar membangun drainase yang tidak terhubung langsung ke drainase sekolah. Minimal membangun drainase yang ukurannya sedikit lebar dan dalam tanpa ada sampah rumah tangga. 

"Kami akan minta agar limpahan air dari perumahan dialihkan, jangan mengalir langsung ke drainase sekolah. Ada developer belum menuntaskan pembanguan rumahnya sehingga pasir, tanah, dan sampah lainnya mengalir ke drainase sekolah," jelas Muslim.

Ia menambahkan, drainase SMPN 28 saat ini mengalami pendangkalan. Tanah, pasir, dan sampah lainnya menumpuk sehingga aliran drainase tidak lancar. Posisi jalan dan drainase yang agak menanjak di depan sekolah juga bisa memicu terjadinya banjir. 

"Kalau sudah banjir, proses belajar mengajar di sekolah pasti terganggu. Padahal Desember nanti anak didik akan ujian semester," ujarnya. Jumlah seluruh siswa di sekolah ini sebanyak 789 orang. Jumlah ruang belajar mencapai 18 ruang. 

Orangtua siswa berharap agar Pemko Batam dapat segera mencari solusi mengatasi banjir di SMPN 28 Batam. Banjir yang kerap terjadi diakui bisa mengganggu proses belajar mengajar sehingga berdampak pada prestasi anak didik. 

"Hujan sedikit saja kami buru-buru ke sekolah menjemput anak, khawatir nanti sekolah banjir. Kami berharap ada solusi mengatasi banjir di SMPN 28 agar anak-anak kami dapat belajar dengan nyaman," kata Lis, orangtua siswa yang akan menjemput anaknya saat ditemui Metrotvnews.com di depan SMPN 28 Batam. 

Selain sekolah, beberapa ruas jalan dan pemukiman warga di Batam juga kerap dilanda banjir. Ruas jalan itu antara lain, arah menuju Kabil-Simpang KDA, Jodoh (depan Hotel Pacific), Kapital Plaza, Marina (Tanjunguncang), dan beberapa ruas jalan lainnya. 

Adapun pemukiman warga yang rawan dilanda banjir yakni kawasan Melcem, Kelurahan Batuampar, Kecamatan Tanjungsengkuang, Batam. Pemko Batam berupaya menggesa semua pekerjaan dalam mengatasi banjir. 

Di antaranya normalisasi drainase di beberapa titik dan pembangunan drainase baru. Pemko Batam juga berkoordinasi dengan BP Batam untuk bersama-sama mengatasi banjir di Batam.



(ALB)