Polisi Sita 3.066 Ponsel Cerdas di Batam

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 31 Jan 2018 20:37 WIB
penggerebekan
Polisi Sita 3.066 Ponsel Cerdas di Batam
ilustrasi Medcom.id

Batam: Tim Subdit I Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri menyita 3.066 ponsel di salah satu gudang, Jl RE Martadinata, Kompleks Andi Jaya, Blok A No 10, Kecamatan Sekupang, Batam. 

Informasi yang dihimpun Medcom.id, ribuan ponsel android tersebut diduga tidak sesuai dengan persyaratan teknis yang diatur dalam undang-undang.  Ponsel cerdas itu terdiri dari berbagai merek, seperti; OPPO, Samsung, Sony hingga Xiaomi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Kombes Pol Budi Suryanto yang dikonfirmasi Medcom.id, membenarkan adanya penangkapan tersebut.

"Iya benar," ujar Budi, Rabu, 31 Januari 2018. Budi mengatakan, ribuan ponsel yang disita diduga tidak sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam perundang-undangan.

"Untuk lebih jelasnya silakan ke Humas Polda," sambungnya. Undang-undang yang dimaksud Budi adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi, yakni Pasal 52 junto Pasal 32 ayat (1).

Pasal itu berbunyi, perangkat telekomunikasi yang diperdagangkan, dibuat, dirakit, dimasukkan dan atau digunakan di wilayah Negara Republik Indonesia wajib memperhatikan persyaratan teknis dan berdasarkan izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Terkait kasus ini, polisi memeriksa sejumlah saksi. Mereka di antaranya; penanggung jawab gudang, kepala gudang, pengawas lapangan, dan penjaga gudang. Pemeriksaan berlangsung di Ditreskrimsus Polda Kepri.

Dari 3.066 ponsel android yang disita, ponsel merek Xiaomi Redmi 1.667 unit, Samsung Galaxy Note sebanyak 260 unit, Samsung Galaxy sebanyak 307 unit, Sony Xperia sebanyak 218 unit, dan sisanya merupakan merek lain. Seperti, OPPO, Huawai, Oneplus, Honor, dan beberapa merek lainnya. 

Sebanyak 3.066 ponsel tersebut selanjutnya disita untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. "Masih akan didalami lagi," singkat Budi.



(ALB)