Polwan Tewas Bunuh Diri di Batam Dikenal Pendiam

Anwar Sadat Guna    •    Kamis, 26 Jul 2018 16:06 WIB
bunuh diri
Polwan Tewas Bunuh Diri di Batam Dikenal Pendiam
Suasana di rumah duka Brigadir Maria Magdalena, 36, di Blok F Perumahan Taman Cipta Asri, Sagulung, Batuaji, Kota Batam

Batam: Suasana duka menyelimuti kediaman Maria Magdalena, 36, di Perumahan Taman Cipta Asri Blok F, Sagulung, Kota Batam, Kamis, 26 Juli 2018. Polisi wanita (Polwan) itu tewas dengan cara gantung diri di rumahnya.

Pantauan Medcom.id, tetangga, rekan, dan kerabat Maria terus berdatangan ke rumah duka. Sejumlah perwira polisi dan pimpinan Maria di Polsek Batuaji juga tampak hadir di lokasi.

Sebagian anggota Brimob Polda Kepri melakukan penjagaan di pintu masuk Blok F. Karangan bunga duka cita juha tampak berjejer di tepi jalan komplek perumahan tersebut.

Sementara itu, di dalam rumah, tampak puluhan kerabat korban sudah hadir sejak pagi. Mereka berduka atas kepergian Maria, ibu dua anak yang saat ini masih duduk di bangku Kelas 3 SD.

"Kami tak menyangka dia meninggal dengan cara tersebut. Orangnya baik. Maria memang agak pendiam, tetapi dia ramah," ujar Sri, 41, tetangga korban saat ditemui Medcom.id di Perumahan Taman Cipta Asri, Batam, Kamis, 26 Juli 2018.

Baca: Polwan di Batam Ditemukan Tewas Gantung Diri

Sri mengaku terkejut begitu mengetahui kejadian yang menimpa keluarga Tagor Silalahi, suami Maria. "Saya kaget begitu dengar suaminya teriak tadi malam. Saya langsung ke rumah korban dan mendapati tubuh Maria dalam kondisi tergantung," ujar Sri.

Maria ditemukan tewas gantung diri di teralis tangga rumahnya. Tubuhnya lunglai dengan kondisi leher terikat tali. "Jarak ujung jari kakinya dengan lantai sekitar 5 sentimeter," ujarnya.

Sri mendapati tubuh Maria sudah kaku, pucat, dan tampak menguning. "Seperti tak ada darah mengalir di tubuhnya," ujarnya. Tak lama kemudian, para tetangga berdatangan dan keget melihat Maria tewas dengan cara gantung diri.

Kejadian itu terjadi malam tadi sekitar pukul 11.00 WIB. Polisi lalu berdatangan, melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian. Jasad Maria langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri.

Dikatakan Sri, Maria belakangan ini jarang berbaur dengan warga sekitar rumahnya. Mungkin karena kesibukan sebagai penyidik PPA Polsek Sagulung, kata Sri, membuat wanita tersebut jarang berbaur dengan warga.

"Kadang pulangnya sore jam 15.00. Sekarang kayaknya lebih agak padat kesibukannya. Sehingga akhir-akhir ini jarang bertemu dan ngobrol sama dia (Maria)," ujarnya.

Saat ditanya, apakah korban pernah curhat tentang masalahnya. Sri mengaku tidak pernah. "Dia orangnya pendiam. Tetapi setahu saya, kalau ada masalah, dia tak segan menyakiti dirinya sendiri. Saya kenal korban karena saya pernah jaga anak-anaknya saat masih kecil," ujarnya.

Di keluarga Maria, masih kata Sri, selain korban, suami, dan dua anaknya, juga ada pembantu dan adik Maria. Pembantu rumah tangga (PRT) di rumah itu sudah beberapa kali gonta-ganti.

Terakhir kemarin adalah PRT asal NTT. Sempat bekerja beberapa lama di rumah Maria. Suatu hari, tambah Sri, pembantu itu bilang kalau habis ribut dengan suaminya, Maria langsung naik ke lantai dua rumahnya sembari menangis.

"Itu kata pembantunya. Kalau lagi ada masalah, Maria nangis dan langsung naik ke lantai dua rumahnya," tutur Sri.

"Kita nggak tahu apakah ada masalah atau tidak di rumahnya. Tetapi kata suaminya tadi malam ke tetangga sekitar bahwa keluarganya baik-baik saja, tidak ada masalah," tambahnya.

Tetangga lain, Andi, 35, mengaku ikut terkejut saat mendengar teriakan dari rumah Maria. Dia juga langsung berlari ke sumber teriakan itu. Sesampainya di sana, ternyata Maria ditemukan tewas bunuh diri.

"Saya juga kaget. Saya langsung ke rumah Maria tadi malam. Ternyata dia meninggal dengan cara gantung diri. Padahal sehari-hari, orangnya baik dan ramah," ujar Andi kepada Medcom.id.

Andi mengaku mengenal Maria dan suaminya, Tagor Silalahi karena sudah lama tinggal di Perumahan Taman Cipta Asri. "Mereka sudah sekitar 11 tahun lebih tinggal di perumahan ini," ujarnya.

Suami korban, Tagor juga dikenal akrab dengan tetangga sekitar. Tagor adalah perwira di Mako Brimob Polda Kepri. Dia menjabat sebagai Kasi Kesehatan Jasmani Mako Brimob Polda Kepri.

"Kami kadang ketemu dan ngobrol. Ngobrol hal-hal biasa. Orangnya baik dan akrab dengan tetangga sekitar," aku Andi.

Sementara itu, rekan dan pimpinan Maria di Polsek Batuaji juga hadir. Kapolsek Batuaji S Dalimunthe berduka atas kepergian Brigadir Maria.  "Kami berduka. Kami nggak menyangka kejadian ini," ujarnya singkat. 


(ALB)