Kerusuhan di Tapsel Diduga Akibat Provokasi di Media Sosial

Farida Noris    •    Selasa, 20 Sep 2016 13:57 WIB
kerusuhan
Kerusuhan di Tapsel Diduga Akibat Provokasi di Media Sosial
Ilustrasi kerusuhan (Foto: Ant/Abriawan Abhe)

Metrotvnews.com, Medan: Kerusuhan di Desa Aek Badak, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin malam 19 September, diduga dipicu provokasi d media sosial Facebook. Kerusuhan itu mengakibatkan empat orang terluka dan empat unit rumah rusak.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Rina Sari Ginting mengatakan, Peristiwa itu berawal dari warga Desa Sihepeng Tolu, Kecamatan Siabu, yang tersinggung dengan kata-kata yang diunggah pemilik akun Facebook berinisial TDS, warga Desa Aek Badak Julu, Kecamatan Sayur Matinggi. Kata-kata itu dinilai melecehkan agama tertentu.

"Warga lantas berkumpul untuk mencari pemilik akun Facebook berinisial TDS itu. Tak hanya itu, warga juga berencana akan menyerang ke Desa Huta Pardomuan, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan," kata Komisaris Besar Rina Sari Ginting, Selasa (20/9/2016).

Senin, pukul 21.00 WIB, sebanyak 60 orang dari Desa Sihepeng Tolu menyerang Desa Huta Pardomuan dengan mengendarai sepeda motor. Namun, aksi itu dihalau sejumlah personel Polres Mandailing Natal yang sudah berjaga di lokasi.

"Namun sekitar pukul 22.30 WIB, masyarakat Desa Aek Badak Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, tiba-tiba ikut menyerang ke Desa Huta Pardomuan. Mereka terprovokasi oleh pergerakan masyarakat Desa Sihepeng," kata dia.

Baca: Kerusuhan di Tapsel, Empat Orang Terluka Empat Rumah Rusak

Mereka menyerang rumah warga menggunakan batu dan kayu. Warga Desa Huta Pardomuan ketakutan dan bersembunyi di dalam rumah.

"Mereka melempari rumah warga. Kacanya berpecahan," kata seorang warga, Khairul.

Penyerangan itu kemudian dibubarkan personel gabungan dari Polres Tapanuli Selatan dan Dandim 0212/TS. Massa dihalau ke arah Kabupaten Mandailing Natal.


(TTD)