Fenomena Equinox akan Melintasi Sumatera Barat

   •    Rabu, 15 Mar 2017 12:14 WIB
fenomena alam
Fenomena Equinox akan Melintasi Sumatera Barat
Ilustrasi Matahari bersinar terik saat fenomena Equinox terlihat dari langit

Metrotvnews.com, Padang: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena equinox yaitu matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa akan melintas di Sumatera Barat. Equinox akan melintasi tiga daerah, yaitu Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Pasaman Barat.

"Di Sumatera Barat, matahari mulai kontak dengan garis khatulistiwa 20 Maret pukul 10.51 WIB dan mulai meninggalkan garis khatulistiwa 21 Maret pukul 16.39 WIB," kata  Kepala Stasiun Koordinator BMKG Sumatera Barat, Rahmat Triyono, seperti dikutip Antara, Rabu 15 Maret 2017. 

Ia menjelaskan equinox merupakan fenomena astronomi yang terjadi ketika matahari berada tepat diatas garis khatulistiwa sehingga pada saat fenomena ini berlangsung, durasi siang dan malam di seluruh bagian bumi relatif hampir sama, termasuk pada wilayah subtropis di bagian utara maupun selatan.

Fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis, karena equinox bukan merupakan fenomena seperti "heatwave" yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama.

Rahmat menyampaikan tahun ini fenomena equinox terjadi dua kali, yaitu 20-21 Maret dan 23 September 2017, equinox melintasi beberapa provinsi di wilayah Indonesia mulai dari Ternate, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat dan berakhir di Pulau Telo Sumatera Utara.

Ia mengatakan  pada  2016 fenomena equinox dirayakan di Provinsi Sumatra Barat dengan istilah perayaan titik kulminasi tepatnya di garis khatulistiwa yakni kabupaten Pasaman. Perayaan ini di ikuti oleh Stasiun Geofisika Padang Panjang, Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata kabupaten Pasaman.

"Saat perayaan, Stasiun Geofisika Padang Panjang melakukan pengamatan sinar Matahari menggunakan alat yang disebut Camble Stock," ucap Rahmat. 

Perayaan fenomena Equinox ini merupakan salah satu ikon pariwisata di provinsi Sumatra Barat yang diadakan tiap tahun. "Biasanya perayaan ini dilakukan pada bulan Maret, namun karena pada bulan Maret dan April merupakan puncak musim hujan sehingga untuk tahun 2017 akan diadakan pada bulan September," kata Rahmat.


(ALB)