Universitas Islam Sumut Temukan Cacing Pita 2,86 Meter

Farida Noris    •    Kamis, 19 Oct 2017 18:40 WIB
kesehatan
Universitas Islam Sumut Temukan Cacing Pita 2,86 Meter
Cacing pita jenis Taeniasis dengan panjang 2,86 Meter keluar dari dalam lubang anus manusia di kawasan Desa Negeri Dolok, Kecamatan Silau Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Metrotvnews.com, Medan: Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (Sumut) menemukan suatu spesies cacing pita jenis Taeniasis dengan panjang 2,86 Meter. Cacing pita itu keluar dari dalam tubuh manusia di kawasan Desa Negeri Dolok, Kecamatan Silau Kahaean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

"Penemuan bermula saat pasien asal Negeri Dolok Kabupaten Simalungun datang ke klinik mengeluhkan rasa sakit pada bagian perut. Atas keluhan itu, lantas diperiksa serta mengunjungi lokasi tempat tinggal pasien," kata Ketua Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumut, Umar Zein, Kamis 19 Oktober 2017.

Setelah dilakukan survei epidemiologi dan observasi, ternyata pasien menderita penyakit Taenisiasi, parahnya, tak hanya seorang pasien, tapi ada 29 orang menderita penyakit tersebut. Kemudian timnya memberikan obat Praziquantel jenis kapsul kepada pasien. Tak lama setelah itu, dari salah seorang pasien keluar cacing sepanjang 2,86 meter dari anus korban.

"Taeniasis merupakan salah satu penyakit terabaikan (neglected disease). Penderitanya biasanya mengeluhkan sakit perut berkepanjangan dan lemas. Taenisiasi menjadi masalah di dunia yang belum terpecahkan karena berhubungan dengan perilaku serta gaya hidup manusia," ucap Umar Zein.

Menurut Umar Zein, penyakit ini ditularkan dari mengonsumsi daging babi yang tidak dimasak maupun yang tidak sempurna dimasak. Untuk jenis obat Praziquantel yang diminumkan kepada penderita sangat sulit ditemukan, karena hanya ada di Bangkok.

"Obat hanya ditemukan di Bangkok, sehingga wajarlah menjadi perhatian bersama terutama untuk pengadaan obat. Kita selalu menganggap penyakit cacing pita ini sepele. Padahal penyakit ini sangat mengganggu," ujar mantan Kadis Kesehatan Kota Medan ini.

Sementara itu Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumut, Abdul Harris Pane menyebutkan temuan itu cukup memprihatinkan, dan harus ada langkah pengobatan medis secara intensif.

"Kita siap membantu dalam pengobatan kepada pasien yang menderita penyakit tersebut. Ini membuktikan keseriusan dari Fakultas Kedokteran membantu dan menjaga kesehatan masyarakat Sumatera Utara," urainya.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Sumut Yulia Mardiani menyebutkan, penemuan penyakit cacing pita baru kali ini di Sumatera Utara. Pihaknya akan melaporkan kasus itu kepada Pemerintah Provinsi Sumut dan akan diteruskan ke Kementerian Kesehatan.

"Ini sangat baru dan menjadi penemuan bahwasanya di Simalungun dijumpai penyakit cacing pita. Bisa saja di Sumut penyakit ini meningkat. Karena menyangkut penularan dari daging hewan, kita juga akan berkoordinasi dengan Dinas Peternakan. Selain itu langkah yang ditempuh melakukan penyediaan obat-obatan bagi pasien," bebernya.


(ALB)